Viral di TikTok, Rumah Bugenvil Pleburan Semarang Diserbu Pengunjung, Jadi Spot Foto
deni setiawan August 25, 2026 08:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jalan Pleburan III Kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Deretan bunga bugenvil atau bunga kertas yang menghiasi tembok sebuah rumah di kawasan tersebut kini menjadi daya tarik baru bagi warga, terutama anak muda yang ingin berburu foto estetik.

Tribunjateng.com pun mengunjungi lokasi yang tengah digandrungi pemburu foto tersebut, Selasa (25/8/2026).

Sejumlah pengunjung tampak berdatangan. Tak hanya warga Kota Semarang, wisatawan dari luar daerah juga menyempatkan diri mampir untuk melihat langsung deretan bunga bugenvil yang bermekaran.

Baca juga: Taksi Listrik Bluebird Mulai Mengaspal di Semarang, Kota Pertama di Jateng

Salah satunya Aisyah (21), wisatawan asal Pekalongan yang sedang berwisata di Kota Semarang.

Sebelum datang ke Pleburan, Aisyah terlebih dahulu mengunjungi spot bunga tabebuya di Jalan Madukoro, Kecamatan Semarang Barat.

Dari Madukoro, dia kemudian melanjutkan perjalanan ke Pleburan untuk melihat sekaligus berfoto di antara bunga bugenvil yang memiliki nama ilmiah Bougainvillea spectabilis tersebut.

"Baru pertama," ujar Aisyah, yang akrab disapa Ais kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/8/2026).

Ais mengetahui lokasi tersebut dari media sosial TikTok.

Meski baru pertama kali berkunjung, dia menilai deretan bunga bugenvil di Pleburan cukup menarik untuk dijadikan latar foto.

"Tahu dari TikTok. Bagus sih, cantik," katanya.

Menurut Ais, dia sebelumnya juga sempat mencari spot bunga lain di kawasan Jalan Madukoro. Namun bunga tabebuya di lokasi tersebut dinilainya sudah tidak semeriah sebelumnya.

"Di Madukoro. Bunganya kayak sudah mulai habis. Lalu lanjut ke sini," tuturnya.

Rela Datang Jauh Demi Foto

Bagi Ais, keberadaan spot bunga seperti di Pleburan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mendapatkan foto menarik untuk diunggah ke media sosial.

Dia menilai kawasan tersebut masih bisa dikembangkan sehingga daya tariknya semakin kuat.

"Kalau ke sini jauh sih. Tapi saat sampai sini senang, dapat foto cakep," ujarnya.

Ais merupakan warga Pekalongan yang saat ini kos di Kendal karena bekerja di daerah tersebut.

Rencananya, foto yang diambil di Pleburan akan dibagikan melalui akun Instagram miliknya.

20260825 _ Foto Rumah Bougenvil Semarang
BERBURU FOTO - Pengunjung berburu foto dengan latar bunga bugenvil di Jalan Pleburan III, Kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Selasa (25/8/2026). Deretan bunga bugenvil atau dikenal bunga kertas yang menghiasi tembok sebuah rumah kawasan tersebut menjadi daya tarik baru bagi warga yang ingin berburu foto estetik.

• Viral Pulau Menjangan Kecil Karimunjawa Dijual Rp500 Miliar, Ini Kata Bupati Jepara

Pengunjung lainnya, Lintang, warga Ungaran, Kabupaten Semarang datang bersama rombongan yang berjumlah tujuh orang.

Lintang juga mengetahui keberadaan spot bugenvil tersebut melalui TikTok.

Banyaknya unggahan mengenai lokasi itu membuatnya penasaran untuk datang dan melihat langsung.

"Saya tahu dari TikTok. Di sana sudah banyak seliweran. Jadi saya ke sini," kata Lintang.

Kunjungan ke Pleburan menjadi tujuan pertama Lintang dalam berburu spot foto bernuansa bunga di Kota Semarang.

"Aduh, belum. Baru ke sini," ucapnya saat ditanya apakah sudah mengunjungi spot bunga lainnya.

Setibanya di lokasi, Lintang mengaku suasana yang ditemuinya sesuai ekspektasi.

Deretan bunga bugenvil yang bermekaran memberikan kesan segar sekaligus menarik sebagai latar untuk berfoto.

"Seru, suka, cantik. Bagus, seger-seger gitu," katanya.

Lintang memang gemar mencari spot-spot foto menarik. Hasil jepretannya biasanya dibagikan melalui media sosial, terutama Instagram.

"Iya, suka. Biasanya diposting di Instagram," bebernya.

Menurut Lintang, Kota Semarang sebenarnya memiliki cukup banyak lokasi menarik untuk dikunjungi.

Namun, untuk spot yang mengandalkan bunga sebagai daya tarik utama, kawasan Pleburan dinilainya cukup menonjol.

"Kalau spot-spot yang bagus mungkin banyak, tapi kalau yang bunga-bunga mungkin yang lebih bagus mungkin di sini," ungkapnya.

Bahkan, suasana Jalan Pleburan III membuat Lintang merasakan nuansa seperti sedang berada di Bandung.

"Vibes-nya kayak di Bandung, bagus," ujarnya.

Kesan tersebut membuat kunjungan pertamanya ke Pleburan terasa sesuai apa yang sebelumnya dia lihat melalui TikTok.

Lintang dan rombongannya pun memilih menikmati suasana Pleburan terlebih dahulu sebelum berpindah ke lokasi lain.

"Mungkin next time ke tempat yang lain, tapi kami coba dulu di sini," imbuhnya.

Baca juga: Weh-wehan Kendal, Tradisi Unik saat Maulid yang Diusulkan Masuk Kalender Nasional

Pemilik Rumah Tak Keberatan

Ramainya pengunjung yang datang untuk berfoto ternyata tidak membuat pemilik rumah keberatan.

Pemilik rumah tersebut adalah pasangan suami istri Edi Hariyanto (78) dan Tuti (68).

Tuti senang selama kehadiran pengunjung tidak mengganggu warga sekitar.

"Ya, menyenangkan orang lain," ucap Tuti.

Menurut Tuti, tanaman di sekitar rumah memang sudah menjadi kegemaran suaminya sejak lama.

Bugenvil yang kini menarik perhatian banyak orang bahkan telah ditanam sekira tujuh tahun lalu, jauh sebelum lokasi tersebut ramai di media sosial.

Tuti mengatakan, kawasan itu sebenarnya pernah viral sekira dua tahun lalu. Namun, popularitasnya saat itu belum sebesar sekarang karena bunga tidak selalu bermekaran dengan kondisi yang sama.

"Dua tahun lalu sudah viral juga. Tapi enggak seviral ini," katanya.

Keramaian kembali terasa sekira tiga bulan terakhir, terutama setelah Lebaran. Pengunjung berdatangan dari berbagai daerah setelah lokasi tersebut kembali banyak muncul di TikTok.

Bagi Tuti dan keluarganya, kedatangan warga untuk berfoto sebenarnya bukan persoalan.

Namun dia berpesan agar pengunjung tetap menjaga kebersihan dan tidak mengganggu tetangga sekitar.

"Yang repot itu kalau enggak sadar buang sampah. Tapi kalau baik-baik saja enggak keberatan," ungkapnya.

Dia juga berharap pengunjung tidak datang hingga terlalu malam.

Menurutnya, waktu yang paling ramai biasanya pagi dan sore hari.

"Jangan sampai pukul 22.00, ya," ujarnya.

Tuti mengaku keluarganya sama sekali tidak menyangka tanaman yang selama ini dirawat biasa saja justru berubah menjadi spot foto yang ramai dikunjungi.

"Dari dulu Bapak suka menanam tanaman. Kami juga enggak pernah foto-foto di sebar-sebar juga enggak."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.