Bukan Sekadar Ikuti Muktamar, Ini Alasan Kader NU Sinjai Muh Izhar Tiga Kali ke Jombang
Ari Maryadi August 25, 2026 08:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Muh Izhar (41), kader Nahdlatul Ulama (NU) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kembali melakukan perjalanan ke Jombang, Jawa Timur.

Perjalanan itu dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung 27 hingga 31 Agustus 2026.

Muktamar lima tahunan NU itu akan dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Forum tersebut menjadi momentum penting bagi warga NU untuk membahas berbagai agenda organisasi dan menentukan arah perjalanan NU ke depan.

Sejumlah agenda akan dibahas dalam Muktamar ke-35 NU, di antaranya evaluasi laporan pertanggungjawaban dan penyusunan program kerja.

Bagi Muh Izhar, perjalanan ke Jombang kali ini bukan sekadar untuk mengikuti suasana Muktamar NU.

Komandan Banser Sinjai itu memanfaatkan momentum ini untuk kembali berziarah ke makam para ulama, khususnya makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pria kelahiran Sinjai 12 November 1985 itu mengaku kunjungannya ke Jombang kali ini merupakan perjalanan yang ketiga.

“Saya sudah tiga kali ke Jombang. Pertama tahun 2020, kemudian tahun 2023, dan sekarang kembali lagi dalam momentum Muktamar ke-35 NU,” kata Izhar ditemui Tribun-Timur.com di Masjid Babussalam yang berada di area Pelabuhan Makassar, Selasa (25/8/2026). 

Menurutnya, setiap perjalanan ke Jombang selalu memberikan pengalaman dan kesan tersendiri.

Ia mengatakan, Jombang memiliki tempat khusus bagi warga NU karena daerah itu dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan pesantren dan lahirnya banyak ulama.

“Bagi saya, Jombang bukan hanya tempat untuk menghadiri kegiatan NU. Di sini banyak ulama dan pesantren yang menjadi bagian penting dari sejarah Nahdlatul Ulama,” ujarnya. 

Alumni Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) itu menuturkan, salah satu tujuan utama dirinya kembali ke Jombang adalah berziarah ke makam Gus Dur.

Menurut Izhar, ziarah menjadi cara untuk mengenang jasa dan perjuangan para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan organisasi NU.

“Tujuan utama saya tentu untuk ziarah ke makam Gus Dur. Saya ingin kembali mengenang beliau, perjuangan beliau, keteladanan beliau, dan pemikiran-pemikirannya,” katanya. 

Izhar menilai, sosok Gus Dur tidak hanya dikenal sebagai tokoh NU, tetapi juga sebagai figur yang memiliki pemikiran luas mengenai kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

“Banyak nilai yang bisa kita pelajari dari Gus Dur. Bagaimana beliau menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan tetap berpihak kepada masyarakat,” ujarnya. 

Ia berharap, kader NU tidak hanya mengenal Gus Dur melalui tulisan maupun cerita, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang diwariskannya.

“Yang penting bukan hanya datang berziarah, tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari para ulama. Apa yang mereka perjuangkan harus bisa kita lanjutkan,” katanya. 

Izhar mengatakan perjalanan ke Jombang juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarkader NU dari berbagai daerah.

“Ini menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan saling bertukar pengalaman,” ujarnya. 

Tak hanya itu Izhar juga berharap Muktamar ke-35 NU dapat menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi organisasi dan masyarakat luas.

“Kita berharap Muktamar menghasilkan keputusan terbaik untuk NU,” katanya. 

Selain itu, Izhar berharap program kerja NU ke depan semakin menyentuh kebutuhan masyarakat.

“NU harus terus hadir di tengah masyarakat. Kader-kadernya harus bisa memberikan manfaat, bukan hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sosial,” ujarnya.

Izhar bersama rombongan kader NU Sulsel bertolak ke Jombang melalui jalur laut KM Dharma Rucitra 5 pukul 19.00 Wita.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.