Nabi Muhammad dan 4P
Abdul Azis Alimuddin August 25, 2026 08:22 PM

Oleh: Syamril
Direktur Sekolah Islam Athirah

TRIBUN-TIMUR.COM - Tulisan ini membedah kehidupan Nabi Muhammad SAW dari konsep bisnis berkelanjutan 4P yaitu purpose, people, planet, prosperity.

Konsep ini digulirkan para ahli untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. Tidak semata mencari profit tapi juga punya purpose memberi manfaat kepada people dan planet.

Membangun kemakmuran bersama (prosperity). Bagaimana 4P dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hidupnya?

Pertama, yaitu purpose. Adanya tujuan yang jelas. Nabi Muhammad SAW menyampaikan tujuan beliau diutus yaitu menjadi rahmat bagi semesta alam (Q.S.Al Anbiya: 107).

Juga diutus untuk membacakan ayat-ayat Allah, mensucikan jiwa manusia, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah (Q.S. Al Jumu'ah: 2).

Semuanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (Hadist). Tujuan inilah yang menjadi pegangan dalam menjalankan tugas kenabian.

Bagi kita yang hidup di era sekarang ini, perlu kembali merenungi purpose, tujuan dan alasan mengapa kita ada di dunia ini.

Apa yang membuat kita masih semangat bangun pagi untuk menjalankan aktivitas. Jangan jalani hidup hanya rutinitas tanpa kesadaran.

Jalani hidup dengan kesadaran penuh bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terbaik.

Diciptakan untuk beribadah dan menjadi khalifah, pemimpin di bumi. Membuat dunia menjadi lebih baik. Lebih makmur, adil, damai dan tenteram.

Kedua, yaitu people. Memanusiakan manusia. Nabi Muhammad SAW menyampaikan "manusia paling baik yaitu yang paling bermanfaat kepada manusia lain" (HR. Ahmad). "Sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit menyayangimu".

Sangat banyak ajarannya untuk berbuat baik kepada sesama. Tidak melakukan kezaliman seperti kekerasan, penipuan, pencurian dan kecurangan. Bahkan di Al Qur'an dikatakan membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, sama dengan membunuh seluruh manusia di muka bumi (Q.S. Al Maidah 32).

Cermati kehidupan kita di masa sekarang. Mengapa Indonesia yang kaya raya masih banyak rakyatnya yang menderita? Bisa jadi karena kita tidak mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Banyak di antara kita yang egois, lebih mementingkan diri sendiri. Banyak politisi, pejabat, pengusaha yang tidak memikirkan kepentingan rakyat.

Mereka malah merugikan rakyat. Melakukan korupsi, kolusi, memperkaya diri sendiri. Menghalalkan segala cara demi mengejar harta dan tahta.

Ketiga, yaitu planet. Menjaga lingkungan. Janganlah berbuat kerusakan di muka bumi (Q.S. Al A'raf: 56). Nabi Muhammad mengatakan "kebersihan adalah bagian dari iman". Larangan boros menggunakan air.

Nabi memerintakan berwudhu secukupnya, tidak boros air meskipun di sungai. Larangan menebang pohon tanpa alasan yang benar meskipun dalam peperangan.

Memerintahkan memberi makan pada binatang. Melaknat orang yang menyiksa binatang dengan tidak memberi makan hingga mati.

Sekarang ini Indonesia dilanda krisis lingkungan. Pada musim kemarau di Sumatera dan Kalimantan terjadi kebakaran hutan.

Asap di mana-mana dan mengganggu kesehatan. Pada musim hujan banjir dan tanah longsor datang. Itu semua karena manusia kurang peduli lingkungan.

Ada manusia zhalim dan serakah yang menebang pohon secara berlebihan. Membuka lahan perkebunan dengan membakar hutan.

Ingat kembali pesan Nabi. Amalkan dan jaga lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik untuk semua.

Keempat, yaitu prosperity. Kemakmuran yang dinikmati bersama. Kemakmuran yang membawa keberkahan.

Nabi Muhammad SAW tidak melarang menjadi orang kaya, asalkan tidak menghalalkan segala cara. Bahkan banyak sahabatnya yang pengusaha kaya raya.

Muhammad SAW mengajarkan zakat, infak dan sedekah. Pada harta kita ada hak orang miskin. Tidak boleh harta dan aset itu hanya berputar pada orang tertentu.

Sumber daya alam tidak boleh dimiliki oleh pribadi tapi untuk kemakmuran bersama. Ada Baitul Maal yang mengelola keuangan negara dengan adil, transparan dan amanah.

Indonesia punya masalah besar pada pemerataan kesejahteraan. Data World Bank menunjukkan 1 persen orang terkaya menguasai 50 % kekayaan Indonesia.

10 % orang terkaya menguasai 77 % kekayaan Indonesia. Masalahnya sebagian kekayaan itu diperoleh dengan cara yang haram, dari kolusi, korupsi dan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal.

Hal ini sedang ditangani oleh Presiden Prabowo melalui Satgas khusus. Semoga pemerintah dapat mengatasinya sehingga kemakmuran dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Itulah 4P model bisnis berkelanjutan untuk menggali hikmah maulid Nabi Muhammad SAW. Mari jalani hidup dengan tujuan (purpose) yang benar.

Mari peduli pada sesama dengan memberi manfaat pada orang lain (people). Mari jaga lingkungan dan pelihara bumi (planet) tempat kita hidup bersama tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Mari wujudkan kesejahteraan (prosperity) secara berkeadilan untuk hidup yang berkelanjutan. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.