TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah mengakhiri tugas sebagai Kepala Biro TV One Makassar, Muhammad Takbir memilih kembali ke lingkungan tempat tinggalnya untuk mengabdi.
Pria yang memiliki pengalaman panjang sebagai jurnalis televisi ini menata lingkungan dengan program penghijauan dan pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Takbir menjabat Ketua RT 001 RW 011 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Wilayahnya mencakup 53 rumah dengan jumlah penduduk 51 kepala keluarga.
"Sudah lama diminta maju, tapi dulu masih sangat sibuk sekali. Kemudian setelah pensiun pada 2025, saya akhirnya menyatakan mengambil amanah itu," jelasnya kepada Tribun-Timur.com saat ditemui, Selasa (25/8/2026).
Tak butuh waktu lama bagi Takbir, yang dilantik sebagai ketua RT pada 29 Desember 2025, untuk membenahi lingkungan dan menjalankan berbagai program kegiatan.
Ia bersama jajaran RT/RW 011 serta warga menata sebuah lahan kosong yang sebelumnya terbengkalai di ujung selatan kompleks.
"Kami di RW sebelas itu kolektif kolegial. Terintegrasi program kegiatan dari tiga RT. Kalau kami RT satu fokus urban farming, RT dua fokus pengembangan kawasan olahraga karna di sana ada sport center, sementara RT tiga itu kegiatan keagamaan karna mesjid kompleks terletak di sana," jelasnya.
Lahan tersebut berupa gundukan tanah memanjang sekitar 100 meter.
"Jadi dulu ini lahan tempat penyimpanan barang-barang bangunan, tidak terurus. Terus kami kerja bakti, dan akhirnya bisa bersih," jelasnya.
Lokasi tersebut mudah dijumpai karena berada di ujung kompleks dari pintu gerbang utama di Jalan Sultan Alauddin.
Gerbang utama kompleks tepat berhadapan dengan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Takbir menjelaskan, pada awalnya fasilitas teba atau fasilitas pengolah sampah organik dibangun di tempat tersebut.
"Teba itu dibangun di Januari dan mulai optimal digunakan itu di bulan Maret," jelasnya.
Teba dipilih karena pengolahan sampah organik menghasilkan pupuk dan media tanam sehingga dapat dikembangkan menjadi urban farming.
Sekarang sudah ada dua unit teba yang telah terbangun dan difungsikan.
Teba tersebut berupa bangunan beton yang ditanam ke dalam tanah. Di bagian atasnya tersedia sarana buka-tutup untuk memasukkan sampah.
Takbir menjelaskan, fasilitas teba menjadi salah satu opsi pendukung pengolahan sampah organik warga.
Selain ke teba yang dibangun, sampah organik warga juga dibawa ke fasilitas pengolahan organik tingkat kelurahan dan kecamatan.
"Warga sendiri yang bawa sampahnya ke Teba, beberapa ada yang dibawa petugas pengangkut sampah ke fasilitas pengolahan yang ada di perbatasan Gowa," ucapnya.
Setelah sampah warga dikelola melalui teba dan menghasilkan pupuk serta media tanam, Takbir kemudian mengembangkan urban farming.
Urban farming tersebut diisi dengan berbagai jenis tanaman, mulai tanaman buah, obat, hingga sayur.
Untuk tanaman buah, terdapat nanas madu, jeruk santang, jambu air, jambu biji, dan masih banyak jenis lainnya.
Dalam pengembangan tanaman buah ini, kata Takbir, warga banyak membantu dalam perawatan dan menyumbangkan bibit.
"Sebagian besar bibit tanaman buah dibudidayakan oleh Prof Rahmatullah Yusuf. Beliau sangat banyak membantu pengembangan program urban farming di wilayah kami," jelasnya.
Untuk tanaman sayur, diisi dengan sawi dan kangkung.
Penanaman dan perawatan tanaman sayur ini banyak dibantu oleh Kelompok Wanita Tani Nusa Indah.
Adapun tanaman obat dikembangkan di lahan terpisah, di pinggir jalan masuk setelah memasuki pintu gerbang kompleks.
Tanaman obat yang ditanam adalah kumis kucing, cocor bebek, jahe merah, kunyit, pohon kelor, dan mengkudu.
"Kami masih akan terus mengembangkan tanaman obat ini, tapi saat ini terkendala cuaca yang sangat panas," ucapnya.
Pengembangan kawasan urban farming dan pengelolaan sampah terus dilakukan Takbir bersama warga.
Rencananya, budidaya maggot segera diaktifkan untuk mengolah sampah organik dalam skala lebih besar.
Sarana dan prasarana pengolahan sampah organik kini telah terbangun di kawasan tersebut.
Terdapat ruangan khusus berbentuk persegi empat dengan atap. Di dalamnya ada kolam yang akan menjadi wadah maggot untuk mengurai sampah.
Di samping kolam, terdapat ruang kosong yang akan dimanfaatkan untuk memasang jaring sebagai tempat mengembangbiakkan lalat penghasil maggot.
"Sekarang kami pada tahap sosialisasi dulu kepada warga tentang rencana pengolahan sampah dengan maggot ini, agar warga tidak kaget dan nanti berjalan dengan lancar," jelasnya.
Selain sampah organik, sampah anorganik juga ditampung di kawasan tersebut.
Sebuah tempat penampungan sampah berbentuk persegi panjang tersedia di kawasan tersebut.
Menariknya, di bagian atas terdapat jaring yang menjulur ke bawah dan didesain seperti ring basket.
Fungsinya agar warga semakin tertarik mengumpulkan dan membawa sampah ke tempat tersebut dengan melemparkannya seperti permainan basket.
"Sengaja kami buat agar warga tertarik datang membawa sampahnya," ucapnya.
Tempat penampungan tersebut terbagi dua, satu untuk sampah gelas plastik dan plastik makanan, satu lagi untuk sampah botol plastik.
"Kami pisahkan, supaya dalam penimbangan nanti lebih mudah, karena dua jenis berbeda nilainya secara ekonomis," jelasnya.
Takbir berharap kawasan urban farming dan pengelolaan sampah ini dapat semakin menguatkan warga dalam memilah sampah sejak dari sumbernya dan menyalurkannya sesuai jenisnya.
Sampah organik dibawa dan dimasukkan ke dalam teba, sementara sampah anorganik dimasukkan ke dalam keranjang sampah anorganik.
"Sebagaimana kebijakan pemerintah kota sekarang bahwa hanya sampah residu yang masuk ke TPA, sampah jenis lainnya itu diolah di fasilitas seperti teba maupun maggot," jelasnya.
Selain itu, kata Takbir, kawasan urban farming dan pengelolaan sampah terintegrasi tersebut juga menjadi taman dan tempat bersantai bagi warga.
Di lokasi tersebut tersedia tempat duduk dengan suasana sejuk dari tanaman yang ditumbuhkan.
Pohon-pohon rindang yang menjulang juga menambah kenyamanan warga untuk bersantai di lokasi tersebut.
"Jadi selain ini untuk program penghijauan dan ketahanan pangan, di lokasi ini juga jadi tempat bersantai warga. Terutama lansia, dapat melepas penat di sini," jelasnya.