Gunakan ID Card Berchip, Muktamar ke-35 NU di Jombang Terapkan Sistem Digital Canggih
Sudarma Adi August 25, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya berfokus pada kesiapan infrastruktur.

Panitia juga menyiapkan tata kelola berbasis digital hingga dukungan logistik untuk memastikan ribuan peserta dan rombongan dapat terlayani dengan baik.

Anggota Steering Committee Muktamar ke-35 NU Prof. M Nuh mengatakan, sedikitnya ada tiga aspek utama yang dipersiapkan dalam penyelenggaraan Muktamar. Ketiganya meliputi aspek fisik, tata kelola, dan supporting atau dukungan layanan.

"Aspek fisik mulai dari rencana pembukaan, tempat parkir sampai ke tempat penataan. Tapi aspek fisik saja juga belum cukup," ucap Muh. Nuh kepada awak media termasuk Tribunjatim.com saat mendampingi Ketua Panitia Pusat Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat meninjau lokasi registrasi peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026).

Baca juga: 3.000 Kasur Disiapkan Panitia Lokal Muktamar NU 2026 untuk Penginapan Peserta di Jombang

Menurutnya, tata kelola menjadi bagian penting karena Muktamar akan melibatkan ribuan orang dengan berbagai kebutuhan dan karakteristik. Karena itu, teknologi digital digunakan untuk membantu memastikan seluruh proses berjalan secara terukur.

ID Card Berteknologi Chip untuk Keamanan Peserta

Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional Indonesia sejak 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014 itu juga mengapresiasi tim teknologi yang terlibat dalam persiapan Muktamar, termasuk pengembangan sistem digital untuk pengelolaan kepesertaan.

Ia menyebut seluruh peserta telah melalui proses verifikasi. Bahkan, kartu identitas peserta telah menggunakan teknologi chip untuk memperkuat sistem keamanan dan mencegah manipulasi.

"Sudah kita verifikasi. Sampai dengan model-model kepesertaan ini sudah kita siapkan. Sudah pakai chip," ujarnya melanjutkan.

Dengan sistem tersebut, setiap kartu peserta memiliki wilayah akses tertentu di arena Muktamar. Pengaturan akses itu diharapkan membuat pergerakan peserta lebih tertib sekaligus meningkatkan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Kenyamanan Logistik dan Pelayanan Ramah

Selain tata kelola, aspek ketiga yang dipersiapkan adalah supporting. Hal ini mencakup kebutuhan logistik seperti makanan, minuman, tempat tinggal, hingga berbagai kebutuhan pendukung peserta dan rombongannya.

Ia menilai integrasi ketiga aspek tersebut menjadi kunci agar pelaksanaan Muktamar tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga memberikan pengalaman yang baik bagi peserta.

"Kalau ketiganya itu diintegrasikan dengan baik, maka tema besar yang diusung Gus Rozaq dan kawan-kawan, Muktamar ini senang, gembira, berkah," kata pria yang pernah menjabat Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode tahun 2003-2006 ini.

Ia berharap peserta yang datang ke Jombang dapat mengikuti seluruh rangkaian Muktamar dengan nyaman. Mulai dari kedatangan, pelayanan, akomodasi hingga persidangan, seluruhnya diharapkan berlangsung dalam suasana yang ramah dan penuh keramahan.

"Masuk pun juga dengan penuh kegembiraan. Karena fasilitasnya oke, yang mengelola oke, para tamu disambut dengan penuh hospitality yang baik," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.