Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung memprioritaskan pembangunan sumur bor di kawasan permukiman padat penduduk yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
Baca juga: Kisah TMMD ke-125, Sumur Bor Penyambung Hidup dari TNI untuk Warga Sukanegara Lamteng
Langkah tersebut disiapkan sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di lima kecamatan terdampak kekeringan.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, Pemkot akan membangun dua hingga tiga titik sumur bor di setiap wilayah terdampak.
Namun, lokasi pembangunan masih dikaji untuk menentukan titik yang paling strategis dan mampu menjangkau masyarakat dalam jumlah lebih besar.
"Kita akan buat sumur bor untuk mengatasi kekeringan di lima kecamatan yang terdampak," kata Eva Dwiana, Selasa (25/8/2026).
Pembangunan sumur bor akan diprioritaskan di kawasan dengan permukiman padat penduduk, terutama wilayah yang selama musim kemarau mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.
Kepadatan penduduk menjadi salah satu pertimbangan karena kebutuhan air di kawasan tersebut lebih tinggi, sementara warga harus menghadapi persoalan sumur yang mengering.
Penentuan titik pembangunan selanjutnya akan dilakukan Sekretaris Daerah bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung.
Selain pembangunan sumur bor di lima kecamatan terdampak, Pemkot Bandar Lampung juga menyiapkan rencana pembangunan hingga 50 titik sumur bor baru pada tahun mendatang.
Eva berharap keberadaan sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengantisipasi krisis air bersih, khususnya di kawasan permukiman yang rentan terdampak kekeringan saat musim kemarau.
Di tengah rencana pembangunan infrastruktur air tersebut, bantuan air bersih masih terus disalurkan kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Sebelumnya, BPBD Kota Bandar Lampung mendistribusikan air bersih ke tiga titik di Kecamatan Sukabumi dan Panjang.
Bantuan tersebut menjangkau sedikitnya 183 kepala keluarga atau 761 jiwa yang terdampak kekeringan akibat sumur warga mengering.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar Syahputra mengatakan, penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Pemkot berharap pembangunan sumur bor dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap distribusi bantuan air bersih ketika musim kemarau melanda.
( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )