Update Penemuan Kerangka Manusia di Palembayan Agam: Bagian Pinggang ke Bawah Masih Dicari
Rezi Azwar August 25, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Warga dikejutkan dengan penemuan tulang belulang manusia di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (25/8/2026).

Tulang belulang dari bagian badan hingga kepala ini diduga korban bencana banjir bandang akhir November 2025 lalu. Namun, sebagian tulang lainnya masih belum ditemukan.

Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, total korban banjir bandang akhir tahun lalu yang belum ditemukan berjumlah 15 orang.

Dengan ditemukannya satu kerangka manusia tersebut, kemungkinan jumlah korban yang masih dalam tahap pencarian berjumlah 14 orang.

"Di Nagari Salareh Aia Timur, yang belum ditemukan 15 orang lagi. Hari ini ditemukan satu kerangka manusia, mungkin korban banjir bandang, kalau benar, berarti ada 14 lagi," ucapnya, Selasa (25/8/2026).

Baca juga: Kabut Asap Kiriman Masih Pekat di Wilayah Timur Sumbar, BMKG Sebut Kualitas Udara Masih Bagus

Pada pukul 14.00 WIB, tulang belulang manusia tersebut langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Bukittinggi. Saat ini, masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

5 Korban Banjir di Nagari Salareh Aia Belum Ditemukan

Selain korban di Nagari Salareh Aia Timur, sebanyak lima orang korban banjir bandang akhir November 2025 lalu juga masih belum diketahui keberadaannya.

Sehingga jika ditotalkan jumlah keseluruhan kedua nagari, jumlahnya mencapai 20 orang.

"Kalau dua nagari yang terdampak bencana ditambahkan, jumlah yang hilang sekitar 20 orang. Satu ditemukan hari ini, mungkin 19 lagi yang masih dicari," terangnya.

Ia menyebut, kemungkinan tulang belulang korban banjir bandang yang masih belum ditemukan terkubur di dalam tanah.

Baca juga: Niat Bersihkan Ladang Jagung, Warga di Palembayan Agam Temukan Tengkorak Diduga Korban Galodo 2025

Kata dia, pascabanjir bandang banyak material yang ikut terbawa dan menghantam permukiman masyarakat hingga fasilitas publik.

"Mungkin untuk korban yang lain masih terkubur, tadi kan ditemukan warga saat hendak membersihkan ladangnya, terkubur juga," tambahnya.

Kronologi Penemuan Tulang Belulang Manusia

Warga Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dihebohkan dengan penemuan tulang belulang manusia pada Selasa (25/8/2026) siang.

Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, tengkorak dan tulang belulang tersebut ditemukan sekira pukul 14.00 WIB.

Tengkorak dan tulang belulang ditemukan pertama kali oleh warga setempat, saat hendak membersihkan ladang jagung.

"Benar ada penemuan tengkorak pada pukul 14.00 WIB tadi, ditemukan pertama kali oleh warga bernama Syaifullah saat hendak membersihkan ladang jagungnya," ucapnya saat dikonfirmasi.

Setelah penemuan tersebut, warga melaporkan ke perangkat nagari dan langsung menghubungi tim SAR gabungan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Baca juga: Rektor UNP Pesan 1.395 Wisudawan Tak Bandingkan Jalan Sukses: Tiap Orang Punya Waktunya

Kata Ahmad Fauzi, tengkorak dan tulang belulang ditemukan di pinggir sungai, di lokasi bekas banjir bandang akhir November 2025 lalu.

"Ini mungkin korban yang masih hilang pascabencana galodo akhir November 2025 lalu, lokasi penemuannya di ladang warga, dekat pinggir sungai bekas galodo," terangnya.

Ditemukan Jaket dan Baju Kaos

Tulang belulang yang ditemukan di ladang jagung warga itu meliputi bagian badan hingga kepala.

Mulai dari tengkorak kepala, tulang leher, tulang dada dan punggung. Sedangkan bagian lainnya masih dilakukan pencarian.

"Baru itu yang ditemukan. Sedangkan bagian tulang panggul, tangan dan kaki belum bertemu. Kemungkinan masih terkubur di lokasi, atau berada di lokasi lain," jelasnya.

Selain tulang belulang dan tengkorak, ditemukan sebuah jaket berwarna kuning, kombinasi biru. Lalu pada bagian, terdapat corak berwarna merah.

Baca juga: BMKG Ungkap Alasan Tak Semua Titik Api Terdeteksi sebagai Hotspot

Kemudian, di lokasi kerangka tersebut, petugas juga menemukan baju kaos oblong berwarna hitam bermotif.

"Jaket dan kaos ini masih terpasang di badannya, karena bagian tulang badan ditemukan di dalamnya," tegasnya.

Diduga Orang Dewasa, Jenis Kelamim Belum Diketahui

Ahmad Fauzi mengaku belum bisa memastikan jenis kelamin korban banjir bandang akhir November 2025 usai ditemukan tengkorak dan tulang belulangnya.

Akan tetapi, ia memastikan jika tulang belulang dan tengkorak milik orang yang sudah dewasa. Hal itu diperkuat dengan ukuran pakaian seperti jaket dan kaos oblong yang ditemukan di lokasi.

"Untuk jenis kelamin belum dapat kita pastikan, tapi tulang belulang dan tengkorak sepertinya milik orang dewasa, karena bajunya besar," sebutnya.

Dibawa ke RSUD Bukittinggi

Usai penemuan tengkorak dan tulang belulang tersebut, kasusnya diambil alih oleh Polsek Palembayan.

Kemudian, tulang belulang dibawa menggunakan ambulans milik Puskesmas Koto Alam ke RSUD Bukittinggi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Usai penemuan, langsung dibawa pakai ambulans ke RSUD Bukittinggi untuk pemeriksaan lebih lanjut, agar mengetahui identitas korban," tuturnya.

Baca juga: 9 Hotspot Sumbar Hilang dalam 12 Jam, Dishut Sumbar: Diduga karena Hujan

Masyarakat Belum Mengenali Ciri-ciri Korban

Kata Ahmad Fauzi, usai ditemukannya tulang belulang dan tengkorak tersebut, masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya sudah mendatangi lokasi.

Akan tetapi, belum ada masyarakat yang mengenali ciri-ciri pakaian yang ditemukan bersamaan dengan tulang belulang korban.

"Tadi sudah kita minta masyarakat yang keluarganya hilang melihat ke lokasi, tapi belum yang mengaku, mungkin karena bukan itu ciri-ciri keluarganya yang hilang," sebutnya.

Baca juga: Dishut Sumbar Tegaskan Tak Semua Temuan Titik Hotspot Berarti Karhutla

Untuk itu, ia meminta masyarakat Nagari Salareh Aia Timur, untuk melaporkan kepada pihak nagari, apabila merasa ciri-ciri tersebut merupakan keluarganya.

Sehingga dengan begitu, proses penemuan identitas tulang belulang dan tengkorak manusia tersebut bisa mudah dikenali.

"Kalau ada masyarakat yang merasa itu anggota keluarganya, harap segera laporkan ke kami, agar memudahkan untuk pengenalan identitas korban," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.