BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh KKN Tematik Lingkungan Hidup Kelompok 2 Banjarbaru Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru.
Melalui program kerja Optimalisasi Bank Sampah, mahasiswa berupaya mendorong masyarakat untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mulai memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah sejak dari rumah.
Program Optimalisasi Bank Sampah menjadi salah satu program utama yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan sekaligus upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat di beberapa wilayah RT di Kelurahan Syamsudin Noor.
Salah satu kegiatan dilaksanakan bersama masyarakat RT 25 dan RT 26 melalui kegiatan optimalisasi bank sampah. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama masyarakat mendorong pemanfaatan bank sampah agar dapat berjalan lebih optimal sebagai wadah pengelolaan sampah yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.
Masyarakat juga diajak untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari sumbernya, sehingga sampah yang masih dapat dimanfaatkan tidak langsung berakhir sebagai limbah.
Sementara, edukasi mengenai pemilahan sampah turut dilakukan di RT 23 bersama ibu-ibu PKK. Sosialisasi ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya serta membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan ibu-ibu PKK diharapkan dapat memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan awal dalam membentuk kebiasaan peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pendekatan yang lebih personal juga dilakukan melalui kegiatan door to door di RT 28. Mahasiswa KKN mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi secara langsung mengenai pemilahan sampah. Metode ini memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi dan permasalahan pengelolaan sampah yang mereka hadapi di lingkungan tempat tinggal.
Berbagai rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan, optimalisasi bank sampah tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah setelah dikumpulkan, tetapi juga dimulai dari perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.
Dengan adanya edukasi, pendampingan, dan keterlibatan masyarakat, bank sampah diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kelurahan Syamsudin Noor.
Melalui program ini, KKN Tematik Lingkungan Hidup Kelompok 2 Banjarbaru ULM berharap kesadaran masyarakat terhadap pemilahan dan pengelolaan sampah dapat terus tumbuh dan diterapkan secara berkelanjutan, bahkan setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.
Karena menjaga lingkungan bukanlah pekerjaan satu pihak. Perubahan dapat dimulai dari satu rumah, satu kebiasaan, dan satu langkah sederhana dengan memilah sampah dari sumbernya. (Banjarmasinpost.co.id/Kamardi Fatih)