Harga Bitcoin Melesat, Kapitalisasi Pasar Bertambah Rp 6.202 Triliun
Agustina Melani August 25, 2026 11:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin (BTC) menembus US$ 80.000 atau Rp 1,41 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.720) pada Selasa, 25 Agustus 2026 untuk pertama kali dalam 15 minggu. Dalam delapan hari terakhir, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini telah naik 28%. Kenaikan itu membawa kapitalisasi pasar bitcoin bertambah US$ 350 miliar atau Rp 6.202 triliun.

Bitcoin kini telah memulihkan kerugian selama tiga bulan hanya dalam waktu sekitar satu minggu. Demikian mengutip Yahoo Finance, Selasa, (25/8/2026).

Bersamaan dengan itu, data Yahoo AlphaSpace menunjukkan lonjakan keuntungan bagi saham-saham yang terkait dengan kripto. Saham MicroStrategy (MSTR) milik Michael Saylor naik 36% dalam sebulan terakhir, Circle (CRCL) naik 43%, Coinbase (COIN) naik 16%, dan Robinhood (HOOD) mencatat kenaikan 12%.

Faktor-faktor pendorong (katalis) harga Bitcoin menjadi sorotan utama dalam dua minggu terakhir.

Departemen Keuangan AS mengejutkan pasar keuangan pekan lalu dengan mengumumkan akan melipatgandakan batas maksimum operasi pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang, dari US$ 2 miliar atau Rp 35,44 triliun menjadi US$ 4 miliar atau Rp 70,8 triliun per sesi. Intervensi ini secara langsung menyasar sektor obligasi Treasury tenor 10, 20, dan 30 tahun, setelah imbal hasil (yield) acuan melonjak ke level tertinggi dalam 20 tahun akibat inflasi yang membandel dan tekanan harga energi yang dipicu oleh perang.

Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan memiliki "perangkat kebijakan yang besar" untuk terus mengatasi kenaikan imbal hasil obligasi tersebut.

Dengan terjun ke pasar sekunder untuk membeli surat utang, Departemen Keuangan bertujuan menyuntikkan likuiditas, menstabilkan harga obligasi yang sedang turun, serta menurunkan biaya pinjaman yang melonjak bagi konsumen dan pelaku bisnis.

 

Sentimen Harga Bitcoin

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Janji Bessent untuk mengerahkan perangkat kebijakan besarnya tampaknya justru semakin memicu optimisme investor Bitcoin (bulls) akan adanya tambahan likuiditas, sebuah sentimen yang biasanya mereka respons dengan mendorong harga aset digital lebih tinggi lagi.

"Penyebab hal ini kenaikan Bitcoin adalah karena kita tidak sedang bergulat dengan masalah inflasi dan justru berbicara mengenai langkah-langkah stimulus; aset-aset inilah yang akan diuntungkan oleh situasi tersebut," ujar Presiden Bianco Research, Jim Bianco.

Sentimen positif terhadap Bitcoin juga didukung oleh pertemuan di Gedung Putih pekan lalu yang melibatkan Presiden Trump serta para pelaku utama industri aset digital dari Coinbase dan Robinhood.

Trump mendesak Kongres untuk mengesahkan "versi yang adil" dari Clarity Act. Ia menuturkan, Amerika Serikat akan tetap menjadi "pemimpin tak terbantahkan" dalam bidang bitcoin dan kripto.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.