TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pemandangan tumpukan sampah di kawasan yang berada di bawah megahnya Gunung Kerinci menuai sorotan publik.
Unggahan akun Panorama Kerinci tersebut mendapat ratusan interaksi dari warganet.
Dalam tangkapan layar unggahan, terlihat postingan tersebut telah mendapatkan 839 tanda suka, 142 komentar dan 88 kali dibagikan.
Ratusan komentar yang masuk tidak hanya menyoroti perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, tetapi juga mempertanyakan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Kerinci.
Salah satu komentar datang dari Dhenty Haris, yang menyebut pemerintah kabupaten perlu menyediakan tempat pembuangan akhir (TPA) serta sistem pengangkutan sampah yang lebih teratur.
Menurutnya, tempat penampungan sementara perlu disediakan di desa-desa maupun sepanjang jalan yang menjadi lokasi masyarakat beraktivitas.
Sampah tersebut kemudian dapat diangkut menggunakan truk menuju TPA.
“Pemerintah kabupaten harus punya tempat pembuangan akhir (TPA). Setiap desa dan jalan taruh tong atau dam yang bisa diangkut truk sampah ke TPA,” tulis Dhenty Haris.
Ia juga menilai pemerintah perlu menyiapkan lahan khusus sebagai pusat pembuangan akhir agar persoalan sampah tidak berujung dibuang sembarangan, termasuk ke aliran sungai.
Komentar tersebut mendapat respons dari pengguna media sosial lainnya.
Perdebatan di kolom komentar menunjukkan bahwa persoalan sampah dinilai tidak semata-mata disebabkan perilaku masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan ketersediaan fasilitas dan sistem pengelolaan sampah.
Sebelumnya, sejumlah netizen juga mengeluhkan minimnya tempat sampah di sepanjang kawasan tersebut.
Mereka menyebut lokasi itu kerap menjadi tempat masyarakat berhenti, namun fasilitas pembuangan sampah belum memadai.
Kondisi tersebut menjadi ironi di tengah panorama Gunung Kerinci yang menjadi salah satu daya tarik alam di daerah itu.
Gunung Kerinci tetap gagah berdiri, tetapi tumpukan sampah di bawahnya kini menjadi sorotan. (Tribunjambi.com/Herupitra)
Baca juga: Daftar 67 Desa di Muaro Jambi yang Akan Menggelar Pilkades Serentak
Baca juga: Karhutla di Tanjabtim Jambi, Api Mendekati Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh