BI Kaltara Tegaskan Pinjaman KUR di Bawah Rp100 Juta Tanpa Jaminan
Cornel Dimas Satrio August 25, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Reza Hidayat, menegaskan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga plafon Rp100 juta tidak boleh lagi dikenakan agunan atau jaminan tambahan.

Pernyataan tegas ini ditujukan secara khusus kepada bank-bank di wilayah Kaltara agar menyalurkan program KUR sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"KUR maksimal sampai Rp100 juta itu tidak memerlukan agunan. Nanti yang dinilai adalah kelayakan usahanya, memastikan bisnisnya riil dan bukan usaha fiktif," ucap Reza Hidayat, Selasa (25/8/2026).

Sehingga jika masih ada oknum bank penyalur yang masih nekat meminta jaminan atau agunan untuk tidak segan-segan melaporkannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hal ini ditujukan terutama kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Silakan diadukan dan dilaporkan kepada OJK apabila masih ada bank yang tidak sesuai dengan prosedur pembiayaan KUR," ujarnya.

Di samping persoalan agunan, Reza membeberkan kendala utama yang kerap memicu kebuntuan akses perbankan bagi para pelaku UMKM, yakni masalah asimetri informasi.

Baca juga: BI Kaltara Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan KUR dengan Suku Bunga Rendah 6 Persen

Kondisi ini terjadi ketika perbankan kesulitan menilai apakah UMKM tersebut layak dibantu, sementara pelaku UMKM sendiri kurang memahami produk dan standar kebutuhan yang disyaratkan pihak bank.

Guna mengatasi persoalan tersebut, pelatihan pencatatan keuangan terus digencarkan.

Langkah ini dinilai sangat vital agar profil usaha UMKM dapat terpeta dengan jelas sehingga memudahkan perbankan dalam mengucurkan modal usaha.

"Bagaimana caranya bank melihat suatu UMKM itu layak diberikan pembiayaan? Tolok ukurnya bisa terlihat dari laporan keuangannya. Dari situ terlihat apakah usaha ini bisa terus berprogres, tidak mudah bangkrut, dan sanggup membayar cicilan," pungkasnya.

Melalui pencatatan keuangan yang rapi, Bank Indonesia berharap UMKM di Kaltara tidak hanya mudah mendapatkan akses modal, tetapi juga dapat terus berkembang dan sukses naik kelas.

(*)

Penulis : Desi Kartika

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.