TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, memperkuat kesiapsiagaan operasional dengan menyiagakan personel di lima pos strategis.
Sebaran pos ini disiapkan untuk mempercepat waktu tanggap (response time) dalam mengantisipasi lonjakan risiko kebakaran hutan, lahan, serta permukiman warga akibat cuaca ekstrem di Malinau, Kalimantan Utara.
Langkah ini dijalankan atas instruksi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau, Tjito Widjaja, guna mengantisipasi potensi perambatan api yang kian tinggi saat musim panas.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian, Rury Ahmad Sururie, menyampaikan bahwa total ada 110 petugas yang disiagakan secara bergiliran di seluruh wilayah operasional.
"Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau dalam posisi siap siaga untuk memberikan dukungan apabila terjadi kebakaran lahan. Untuk menopang operasional, sebanyak 110 personel dikerahkan dengan pembagian tugas bergiliran di lima pos," ujar Rury, Selasa (25/8/2026).
Baca juga: Cuaca Panas Picu Risiko Kebakaran, Petugas Damkar Disebar ke 5 Pos Utama Malinau
Guna memastikan penanganan bencana terbagi secara merata di seluruh wilayah rawan, berikut adalah rincian sebaran personel di lima pos utama Damkar Malinau:
Pos Utara: Disiagakan sebanyak 32 personel.
Pos Induk: Diisi oleh 30 personel.
Markas Komando (Mako) & Operator: Bersiaga 20 personel.
Pos Barat: Diisi oleh 18 personel.
Pos Mentarang: Disiagakan 10 personel.
Penempatan petugas di kelima pos tersebut disokong oleh kesiapan sejumlah armada dan peralatan teknis pendukung, meliputi empat unit mobil pemadam tembak, satu unit mobil suplai, dua unit kendaraan komando/penyelamatan, serta dua unit mesin portabel.
Selain penyiagaan pos, Damkar Malinau juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau demi memastikan penanganan lapangan berjalan terpadu.
Mengingat kondisi cuaca panas terik yang tergolong kering, Rury turut mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan permukiman.
"Cuaca panas yang terik saat ini memicu percepatan penyebaran api secara signifikan apabila terjadi kebakaran," tuturnya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau memastikan seluruh layanan operasional dan pemadaman darurat di lima pos tersebut tetap siaga selama 24 jam penuh. Warga diminta untuk segera melapor ke pos terdekat apabila menemukan indikasi munculnya titik api di sekitar tempat tinggal mereka.
(*)