Revolusi Belanda! Xavi Hernandez ditunjuk sebagai pelatih kepala Belanda dengan kontrak jangka panjang saat mantan bos Barcelona menggantikan Ronald Koeman
Rina Kusumawati August 26, 2026 04:10 AM

Belanda memilih ikon Barcelona untuk memimpin tim nasional mereka memasuki era baru yang berani, dengan secara resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala baru. Menggantikan Ronald Koeman setelah pencarian panjang, gelandang legendaris itu berkomitmen pada proyek jangka panjang yang akan membuatnya memimpin Oranje dalam dua siklus turnamen besar berikutnya.

Xavi menandatangani kontrak jangka panjang bersama Oranje

Dalam langkah yang mengguncang sepak bola Eropa, KNVB mengonfirmasi bahwa Xavi adalah pelatih kepala baru Belanda. Pria Catalan berusia 46 tahun itu menggantikan Koeman, yang pergi setelah Oranje tersingkir di babak 32 besar melawan Maroko pada Piala Dunia musim panas ini. Xavi telah menandatangani kontrak komprehensif hingga 2030, yang memastikan ia akan memimpin pada Kejuaraan Eropa 2028 di Britania Raya dan Irlandia, serta Piala Dunia 2030.

Xavi menjadi pelatih asing ke-21 yang menangani Belanda, namun yang pertama sejak pelatih Austria Ernst Happel menduduki jabatan tersebut antara 1977 dan 1978. Meski mantan gelandang Barcelona itu akan membawa staf pendukung kepercayaannya sendiri ke KNVB, kehadiran unsur domestik yang kuat tetap akan dipertahankan dalam susunan teknis.

Ikatan istimewa dengan sepak bola Belanda

Berbicara setelah pengumuman itu, Xavi mengungkapkan hubungan emosionalnya yang mendalam dengan filosofi Sepak Bola Total yang lahir di Belanda. Ia mengatakan: 'Saya merasa ini kehormatan yang sangat besar untuk menjadi pelatih tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang dididik di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari tokoh seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasakan ikatan khusus dengan sepak bola Belanda.'

Pelatih baru itu juga cepat memberikan kredit kepada sejumlah legenda Belanda atas perkembangan dirinya, baik sebagai pemain maupun pelatih, selama berada di Camp Nou. Xavi melanjutkan: 'Bisa dikatakan bahwa saya sedikit merupakan anak dari sepak bola Belanda. Pelatih-pelatih hebat lainnya, khususnya Louis van Gaal, di bawah asuhannya saya menjalani debut di Barcelona, dan Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih. Tentu saja, tujuan paling penting adalah dan akan selalu menjadi kemenangan, tetapi saya lebih suka melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan bisa dinikmati orang-orang. Potensi untuk itu ada, begitu juga fondasi yang kuat untuk dibangun.'

Pimpinan KNVB memuji penunjukan bersejarah

Jajaran pimpinan KNVB menyatakan kebanggaan besar karena berhasil mengamankan figur seterkenal itu untuk menggantikan Koeman. Direktur Sepak Bola Profesional Marianne van Leeuwen menyoroti silsilah elite Xavi sebagai faktor penentu. Van Leeuwen mengatakan: 'Dengan Xavi, kami mendatangkan seseorang yang mengenal level tertinggi sepak bola internasional sebagai pemain dan pelatih.'

Nigel de Jong, direktur teknis KNVB dan mantan gelandang Manchester City, juga membagikan antusiasmenya terkait perubahan taktis tersebut. De Jong menjelaskan: 'Setiap siklus baru memerlukan pandangan baru tentang ke mana kami ingin pergi, apa yang kami butuhkan untuk itu, dan pelatih tim nasional yang tersedia mana yang paling cocok.'

Membangun kelanjutan dari karier kepelatihan yang gemilang

Penunjukan ini menandai kembalinya Xavi ke dunia kepelatihan setelah ia meninggalkan Barcelona pada 2024 dan digantikan oleh Hansi Flick. Masa tugasnya di Camp Nou ditandai dengan keberhasilan menjuarai La Liga pada musim 2022-23, ketika ia secara kebetulan juga menggantikan Koeman, sama seperti yang kini terjadi di tim nasional. Sebelum kembali secara emosional ke Catalunya, Xavi memulai perjalanan kepelatihannya pada 2019 bersama Al-Sadd di Qatar.

Xavi akan menjalani debutnya di bangku cadangan Belanda pada Kamis, 24 September, ketika tim Belanda menjamu Jerman dalam laga Nations League bergengsi di Johan Cruyff Arena. Pertandingan itu akan menjadi yang pertama dari rangkaian laga grup bagi Xavi bersama Oranje, yang juga dijadwalkan menghadapi Serbia dan Yunani dalam kompetisi tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.