Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Handi Lestari
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Produk unggulan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Timur mendapat kesempatan memperluas pasar melalui ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.
Keikutsertaan tersebut tidak sekadar menjadi ruang promosi produk, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh akses pembiayaan, pasar ekspor, hingga jaringan bisnis yang lebih luas.
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (BI KPw Jatim) membawa sejumlah UMKM binaannya dalam penyelenggaraan KKI 2026. Produk yang ditampilkan meliputi kopi, produk kriya, serta berbagai pangan olahan khas Jawa Timur.
Kepala BI KPw Jatim, Ibrahim, mengatakan keikutsertaan UMKM binaan dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.
"Sejumlah produk unggulan Jatim yang turut ditampilkan, antara lain kopi, produk kriya dan produk pangan olahan. Mereka tidak hanya tampil dalam pameran saja tapi juga turut serta dalam business matching pembiayaan dan ekspor," kata Ibrahim, Senin (24/8/2026) di Surabaya.
Menurut Ibrahim, posisi UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian Jawa Timur terlihat dari besarnya jumlah pelaku usaha serta kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja dan perekonomian daerah.
Tercatat terdapat sekitar 2,57 juta unit usaha UMKM di Jawa Timur. Sektor tersebut juga menyerap 96,3 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur.
"Sebagai salah satu provinsi dengan basis UMKM terbesar di Indonesia, UMKM Jatim terus didorong menjadi penggerak utama ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," jelas Ibrahim.
Untuk memperkuat peran tersebut, BI KPw Jatim terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM melalui sejumlah strategi, mulai dari peningkatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar serta pembiayaan, hingga percepatan digitalisasi.
"Sampai saat ini, kami telah membina 67 UMKM yang tersebar di berbagai sektor unggulan, mulai dari wastra, kriya, fesyen, hingga kopi dan makanan-minuman olahan. Pembinaan ini terbukti mendorong UMKM naik kelas, memperluas serapan tenaga kerja, dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Jatim," ungkap Ibrahim.
Pada KKI 2026, sebanyak 17 UMKM binaan BI KPw Jatim mengikuti pameran secara langsung di venue acara. Sementara itu, 55 UMKM lainnya berpartisipasi melalui pameran daring.
Keikutsertaan tersebut menjadi momentum bagi UMKM Jawa Timur untuk meningkatkan visibilitas produk, memperkuat daya saing, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.
Partisipasi tersebut sekaligus mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan mendorong masyarakat untuk semakin mengenal dan menggunakan produk-produk UMKM lokal.
"Untuk itu, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan bangga pada produk buatan UMKM Jatim serta mendukung UMKM untuk bangkit dan berdaya saing," tambah Ibrahim.
KKI 2026 mengangkat semangat "Beudaya Meusare Sare" dari Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama. Penyelenggaraan tahun ini juga diarahkan untuk mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.
Gelaran Bank Indonesia tersebut berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta. KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.
Turut hadir Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Zulverdi.
Mengusung tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing", BI menyelenggarakan KKI 2026 dengan bersinergi bersama 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis.
KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta mempercepat digitalisasi. Kegiatan ini juga didukung dan dihadiri para duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha lainnya.
“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” terang Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.
KKI 2026 yang merupakan penyelenggaraan ke-11 menghadirkan lima aspek kebaruan. Program tersebut mencakup program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak dengan konsep zero emission dan zero waste to landfill serta pengembangan zona hijau.
Selama empat hari pelaksanaan, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara itu, pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, hingga showcase UMKM unggulan yang digelar secara daring dan luring.
Selain itu, terdapat area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, serta berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi, dan instalasi hijau.
KKI 2026 menampilkan beragam produk UMKM hasil kurasi, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.