TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah fakta terungkap dalam kasus meninggalnya mahasiswi Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo, Marsella Parioh alias Adel (20).
Marsella ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Jalan Kalimantan, Kelurahan Dulalowo Timur, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (25/8/2026).
Penemuan tersebut bermula setelah keluarga kehilangan kontak dengan Marsella selama sehari.
Berikut TribunGorontalo.com merangkum sejumlah fakta penting dalam peristiwa tersebut.
Marsella Parioh alias Adel (20) merupakan mahasiswi semester III Jurusan Teknik Informatika Universitas Ichsan Gorontalo.
Perempuan kelahiran 2006 tersebut berasal dari Desa Pondan, Kecamatan Mantoh, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Baca juga: Mahasiswi Universitas Ichsan Gorontalo Meninggal di Kos, Sehari Tak Merespons Telepon Keluarga
Kerabat korban, Liberty Yonathan Magelo (24) atau Bili, mengenal Adel sebagai sosok yang baik dan ceria.
"Orangnya baik, ceria," kata Bili saat dihubungi TribunGorontalo.com melalui sambungan WhatsApp, Selasa (25/8/2026).
Keluarga mulai kehilangan kontak dengan Marsella sejak Senin (24/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Panggilan dari keluarga terus masuk hingga malam, tetapi tidak kunjung direspons.
Menurut Bili, kondisi tersebut tidak biasa karena Marsella biasanya langsung mengangkat telepon.
"Itu sampai malam, ditelepon terus tidak diangkat. Biasanya langsung diangkat," ujar Bili.
Keluarga kemudian meminta bantuan Bili untuk menghubungi rekan-rekan Marsella di Gorontalo dan mencari tahu keberadaannya.
Pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 08.00 Wita, keluarga akhirnya berhasil menghubungi pemilik indekos tempat Marsella tinggal.
Pemilik indekos kemudian mengecek kamar Marsella untuk memastikan kondisinya.
Saat diperiksa, pintu kamar dalam keadaan tertutup.
Pemilik kos kemudian mendobrak pintu dan menemukan Marsella terbaring di dalam kamar.
Kerabat korban mengatakan Marsella sudah tidak merespons ketika ditemukan.
"Pas dia buka, so kaku. So tidak merespon," kata Bili.
Kapolsek Kota Tengah, Ipda Danny Anugrah Musa, membenarkan bahwa korban ditemukan setelah orang tua meminta pemilik kos mengecek kamar.
"Korban sudah sehari tidak ada kabar, akhirnya pihak orangtua meminta pemilik kosan untuk mengecek langsung kamarnya," ujar Danny saat ditemui di lokasi, Selasa (25/8/2026).
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Personel Polsek Kota Tengah bersama Tim Inafis Polresta Gorontalo Kota mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Marsella.
Polisi juga menyebut tidak menemukan obat-obatan yang dikonsumsi korban di lokasi kejadian.
"Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan obat-obatan yang dikonsumsi," kata Danny.
Meski demikian, polisi masih melakukan penanganan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.
Kapolsek Kota Tengah mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, Marsella memiliki riwayat penyakit jantung.
"Menurut keterangan keluarga korban, MP memiliki riwayat penyakit jantung," ujar Danny.
Namun, informasi tersebut belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kematian Marsella.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Marsella sempat pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Juni 2026.
Saat berada di rumah, Marsella disebut sempat mengutarakan keinginannya untuk berhenti kuliah kepada keluarga.
Bili menirukan perkataan Marsella saat itu.
"Mama, papa, saya sudah tidak mau kuliah. Kalau saya kuliah kayaknya belum selesai so meninggal," ujar Bili menirukan ucapan Marsella.
Pada Juli 2026, Marsella kembali ke Gorontalo untuk melanjutkan kuliahnya.
Sebulan kemudian, Marsella ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya.
Jenazah Marsella rencananya dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Pondan, Kecamatan Mantoh, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, melalui jalur darat. (*)