3 BERITA POPULER SUMBAR: Kabut Asap Masih Tebal, Penemuan Kerangka Manusia, dan Ayah Banting Anak
Rahmadi August 26, 2026 08:02 AM

Pertama, kabut asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Namun, BMKG memastikan hingga Selasa (25/8/2026) tidak ditemukan titik panas atau hotspot di wilayah Sumbar.

Forecaster BMKG Minangkabau, Edolatama Febrinal, mengatakan keberadaan asap tersebut terpantau melalui citra satelit. Asap terutama terlihat di wilayah timur Sumbar.

Kedua, seorang pria berinisial RTP, warga Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), ditahan polisi terkait dugaan penganiayaan terhadap anak tirinya yang masih berusia 3,5 tahun.

RTP ditahan oleh jajaran Satreskrim Polres Limapuluh Kota pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Ketiga, warga dikejutkan dengan penemuan tulang belulang manusia di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (25/8/2026).

Tulang belulang dari bagian badan hingga kepala ini diduga korban bencana banjir bandang akhir November 2025 lalu. Namun, sebagian tulang lainnya masih belum ditemukan.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Kabut Asap Kiriman Masih Pekat di Wilayah Timur Sumbar, BMKG Sebut Kualitas Udara Masih Bagus

Kabut asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar). 

Namun, BMKG memastikan hingga Selasa (25/8/2026) tidak ditemukan titik panas atau hotspot di wilayah Sumbar.

Forecaster BMKG Minangkabau, Edolatama Febrinal, mengatakan keberadaan asap tersebut terpantau melalui citra satelit. Asap terutama terlihat di wilayah timur Sumbar.

"Dari pantauan citra satelit kami, ini untuk data terupdate tanggal 25 Agustus 2026 hingga sore hari. Untuk wilayah Sumatera Barat memang terdeteksi adanya asap di Sumatera Barat," kata Edolatama saat diwawancarai TribunPadang.com, Selasa (25/8/2026).

Wilayah yang terpantau terdampak sebaran asap meliputi Dharmasraya, Solok Selatan, Sijunjung, Limapuluh Kota hingga Pasaman.

Baca juga: BMKG Pastikan Tak Ada Hotspot Terdeteksi di Sumatera Barat Hari Ini

Meski asap terdeteksi, Edolatama mengatakan tidak ada hotspot yang terpantau di Sumbar pada hari ini. 

Kondisi tersebut mengindikasikan asap yang berada di sejumlah wilayah Sumbar kemungkinan berasal dari daerah lain di Pulau Sumatera.

"Untuk hotspot sendiri di wilayah Sumatera Barat ini tidak terpantau hari. Jadi mungkin ini lebih ke asap yang berasal dari provinsi-provinsi lain yang ada di Pulau Sumatera," ujarnya.

Menurutnya, sejumlah provinsi lain masih memiliki titik panas, terutama Sumatera Selatan dan Jambi. Asap dari wilayah tersebut berpotensi terbawa angin hingga ke Sumbar.

Baca juga: Niat Bersihkan Ladang Jagung, Warga di Palembayan Agam Temukan Tengkorak Diduga Korban Galodo 2025

Kualitas Udara Sumbar Masih Bagus

Meski asap terdeteksi, BMKG menyebut kualitas udara Sumbar hingga saat ini masih dalam kondisi baik.

Edolatama mengatakan hasil pengamatan di Stasiun Pengamatan Atmosfer Global (GAW) Koto Tabang menunjukkan kualitas udara Sumbar masih terpantau bagus.

"Kalau untuk kualitas udara sendiri untuk hari ini masih terpantau bagus untuk wilayah Sumatera Barat, terutama hasil pengamatan di Stasiun Pengamatan Atmosfer Global di Koto Tabang," jelasnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak panik menyikapi adanya sebaran asap di sejumlah wilayah.

Baca juga: Karhutla Melanda 6 Daerah di Sumbar, Luas Terverifikasi 10 Hektare

Edolatama mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama karena kondisi sebaran asap dan titik panas dapat berubah sewaktu-waktu.

"Masyarakat kami mengimbau agar tidak panik dengan kondisi yang terjadi saat ini, terutama di beberapa provinsi tetangga dan penurunan jarak pandang beberapa waktu yang lalu," katanya.

Masyarakat juga diminta mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan instansi terkait mengenai perkembangan sebaran asap maupun munculnya titik panas baru.

"Saat ini masih terpantau titik-titik api ataupun titik panas di beberapa wilayah di Pulau Sumatera," tutupnya.

2. Tak Mengindahkan Panggilan, Anak 3,5 Tahun Diduga Dibanting dan Disulut Rokok oleh Ayah Tirinya

Seorang pria berinisial RTP, warga Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), ditahan polisi terkait dugaan penganiayaan terhadap anak tirinya yang masih berusia 3,5 tahun.

RTP ditahan oleh jajaran Satreskrim Polres Limapuluh Kota pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Penahanan tersebut dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti yang cukup terkait dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur tersebut.

Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, Iptu M. Indra Prakoso mengatakan bahwa kasus ini bermula dari kejadian yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat itu, ibu korban berinisial CRF pulang ke rumah. Setibanya di rumah, CRF melihat anaknya yang berinisial RKQ mengalami benjolan pada bagian kening.

Baca juga: Menikmati Senja Pantai Padang di Atas Pedal, Tren Rekreasi Murah yang Makin Digandrungi Warga

"CRF kemudian menanyakan kondisi tersebut kepada RTP. Namun, pertanyaan mengenai kondisi korban tersebut justru memicu cekcok antara CRF dan RTP," katanya.

Setelah terjadi cekcok, RTP kemudian memanggil RKQ. Namun, korban disebut tidak mengindahkan panggilan tersebut. RTP kemudian diduga memukul wajah korban menggunakan tangan kosong.

Kembali Terjadi Keesokan Harinya

Dugaan kekerasan tersebut tidak berhenti pada kejadian malam itu. Pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, RTP kembali memanggil korban.

Namun, RKQ disebut tidak mengindahkan panggilan tersebut karena merasa takut. RTP kemudian diduga langsung mengangkat tubuh korban dan membantingnya ke lantai.

Setelah itu, RTP diduga menginjak paha sebelah kiri korban. Tidak hanya itu, RTP juga diduga menyulutkan api rokok ke telapak tangan dan kaki korban.

Baca juga: Modal Rp20 Ribu Bisa Keliling Taplau, Ini Lokasi dan Syarat Sewa Sepeda di Pantai Padang

Saat kejadian tersebut berlangsung, CRF melihat tindakan yang dialami anaknya. CRF kemudian berusaha melerai kejadian tersebut.

Namun, setelah CRF berusaha melerai, terjadi cekcok antara dirinya dan RTP. Dalam kejadian tersebut, RTP juga diduga melakukan kekerasan terhadap CRF.

Tangan CRF disebut dipukul menggunakan bagian punggung parang. RTP juga diduga menendang kepala CRF menggunakan kaki sebelah kanan.

Anak Alami Luka Lebam dan Luka Bakar

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, RKQ mengalami sejumlah luka. Korban mengalami luka lebam pada bagian kening.

Selain itu, terdapat luka bakar pada telapak tangan dan kaki korban. Korban juga mengalami pembengkakan pada bagian paha.

Sementara itu, CRF mengalami luka memar pada bagian tangan setelah diduga mendapat kekerasan dalam upayanya melerai kejadian tersebut.

"Atas kejadian itu, korban kemudian merasa tidak terima dan melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Limapuluh Kota," katanya.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut.

RTP Kini Ditahan Polisi

Menurutnya, penahanan dilakukan setelah penyidik memiliki cukup bukti terkait dugaan perbuatan yang dilakukan RTP.

"Tersangka resmi kita tahan pada pukul 03.00 WIB, Selasa (25/8/2026), setelah kita memiliki cukup bukti perbuatan tersangka," ungkapnya.

Baca juga: Niat Bersihkan Ladang Jagung, Warga di Palembayan Agam Temukan Tengkorak Diduga Korban Galodo 2025

Dalam perkara tersebut, RTP dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Selain itu, pasal tersebut juga dijunctokan dengan Pasal 466 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut selanjutnya diproses oleh Satreskrim Polres Limapuluh Kota sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

3. Update Penemuan Kerangka Manusia di Palembayan Agam: Bagian Pinggang ke Bawah Masih Dicari

Warga dikejutkan dengan penemuan tulang belulang manusia di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (25/8/2026).

Tulang belulang dari bagian badan hingga kepala ini diduga korban bencana banjir bandang akhir November 2025 lalu. Namun, sebagian tulang lainnya masih belum ditemukan.

Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, total korban banjir bandang akhir tahun lalu yang belum ditemukan berjumlah 15 orang.

Dengan ditemukannya satu kerangka manusia tersebut, kemungkinan jumlah korban yang masih dalam tahap pencarian berjumlah 14 orang.

"Di Nagari Salareh Aia Timur, yang belum ditemukan 15 orang lagi. Hari ini ditemukan satu kerangka manusia, mungkin korban banjir bandang, kalau benar, berarti ada 14 lagi," ucapnya, Selasa (25/8/2026).

Baca juga: Kabut Asap Kiriman Masih Pekat di Wilayah Timur Sumbar, BMKG Sebut Kualitas Udara Masih Bagus

Pada pukul 14.00 WIB, tulang belulang manusia tersebut langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Bukittinggi. Saat ini, masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

5 Korban Banjir di Nagari Salareh Aia Belum Ditemukan

Selain korban di Nagari Salareh Aia Timur, sebanyak lima orang korban banjir bandang akhir November 2025 lalu juga masih belum diketahui keberadaannya.

Sehingga jika ditotalkan jumlah keseluruhan kedua nagari, jumlahnya mencapai 20 orang.

"Kalau dua nagari yang terdampak bencana ditambahkan, jumlah yang hilang sekitar 20 orang. Satu ditemukan hari ini, mungkin 19 lagi yang masih dicari," terangnya.

Ia menyebut, kemungkinan tulang belulang korban banjir bandang yang masih belum ditemukan terkubur di dalam tanah.

Baca juga: Niat Bersihkan Ladang Jagung, Warga di Palembayan Agam Temukan Tengkorak Diduga Korban Galodo 2025

Kata dia, pascabanjir bandang banyak material yang ikut terbawa dan menghantam permukiman masyarakat hingga fasilitas publik.

"Mungkin untuk korban yang lain masih terkubur, tadi kan ditemukan warga saat hendak membersihkan ladangnya, terkubur juga," tambahnya.

Kronologi Penemuan Tulang Belulang Manusia

Warga Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dihebohkan dengan penemuan tulang belulang manusia pada Selasa (25/8/2026) siang.

Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, tengkorak dan tulang belulang tersebut ditemukan sekira pukul 14.00 WIB.

Tengkorak dan tulang belulang ditemukan pertama kali oleh warga setempat, saat hendak membersihkan ladang jagung.

"Benar ada penemuan tengkorak pada pukul 14.00 WIB tadi, ditemukan pertama kali oleh warga bernama Syaifullah saat hendak membersihkan ladang jagungnya," ucapnya saat dikonfirmasi.

Setelah penemuan tersebut, warga melaporkan ke perangkat nagari dan langsung menghubungi tim SAR gabungan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Baca juga: Rektor UNP Pesan 1.395 Wisudawan Tak Bandingkan Jalan Sukses: Tiap Orang Punya Waktunya

Kata Ahmad Fauzi, tengkorak dan tulang belulang ditemukan di pinggir sungai, di lokasi bekas banjir bandang akhir November 2025 lalu.

"Ini mungkin korban yang masih hilang pascabencana galodo akhir November 2025 lalu, lokasi penemuannya di ladang warga, dekat pinggir sungai bekas galodo," terangnya.

Ditemukan Jaket dan Baju Kaos

Tulang belulang yang ditemukan di ladang jagung warga itu meliputi bagian badan hingga kepala.

Mulai dari tengkorak kepala, tulang leher, tulang dada dan punggung. Sedangkan bagian lainnya masih dilakukan pencarian.

"Baru itu yang ditemukan. Sedangkan bagian tulang panggul, tangan dan kaki belum bertemu. Kemungkinan masih terkubur di lokasi, atau berada di lokasi lain," jelasnya.

Selain tulang belulang dan tengkorak, ditemukan sebuah jaket berwarna kuning, kombinasi biru. Lalu pada bagian, terdapat corak berwarna merah.

Baca juga: BMKG Ungkap Alasan Tak Semua Titik Api Terdeteksi sebagai Hotspot

Kemudian, di lokasi kerangka tersebut, petugas juga menemukan baju kaos oblong berwarna hitam bermotif.

"Jaket dan kaos ini masih terpasang di badannya, karena bagian tulang badan ditemukan di dalamnya," tegasnya.

Diduga Orang Dewasa, Jenis Kelamim Belum Diketahui

Ahmad Fauzi mengaku belum bisa memastikan jenis kelamin korban banjir bandang akhir November 2025 usai ditemukan tengkorak dan tulang belulangnya.

Akan tetapi, ia memastikan jika tulang belulang dan tengkorak milik orang yang sudah dewasa. Hal itu diperkuat dengan ukuran pakaian seperti jaket dan kaos oblong yang ditemukan di lokasi.

"Untuk jenis kelamin belum dapat kita pastikan, tapi tulang belulang dan tengkorak sepertinya milik orang dewasa, karena bajunya besar," sebutnya.

Dibawa ke RSUD Bukittinggi

Usai penemuan tengkorak dan tulang belulang tersebut, kasusnya diambil alih oleh Polsek Palembayan.

Kemudian, tulang belulang dibawa menggunakan ambulans milik Puskesmas Koto Alam ke RSUD Bukittinggi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Usai penemuan, langsung dibawa pakai ambulans ke RSUD Bukittinggi untuk pemeriksaan lebih lanjut, agar mengetahui identitas korban," tuturnya.

Baca juga: 9 Hotspot Sumbar Hilang dalam 12 Jam, Dishut Sumbar: Diduga karena Hujan

Masyarakat Belum Mengenali Ciri-ciri Korban

Kata Ahmad Fauzi, usai ditemukannya tulang belulang dan tengkorak tersebut, masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya sudah mendatangi lokasi.

Akan tetapi, belum ada masyarakat yang mengenali ciri-ciri pakaian yang ditemukan bersamaan dengan tulang belulang korban.

"Tadi sudah kita minta masyarakat yang keluarganya hilang melihat ke lokasi, tapi belum yang mengaku, mungkin karena bukan itu ciri-ciri keluarganya yang hilang," sebutnya.

Baca juga: Dishut Sumbar Tegaskan Tak Semua Temuan Titik Hotspot Berarti Karhutla

Untuk itu, ia meminta masyarakat Nagari Salareh Aia Timur, untuk melaporkan kepada pihak nagari, apabila merasa ciri-ciri tersebut merupakan keluarganya.

Sehingga dengan begitu, proses penemuan identitas tulang belulang dan tengkorak manusia tersebut bisa mudah dikenali.

"Kalau ada masyarakat yang merasa itu anggota keluarganya, harap segera laporkan ke kami, agar memudahkan untuk pengenalan identitas korban," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.