TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Dugaan kelalaian penguncian pintu kendaraan angkutan umum kembali memicu insiden berbahaya di jalan raya.
Seorang balita berinisial I (2) terlempar keluar dari bus pariwisata yang tengah melaju di Jalan Raya Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (23/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Peristiwa mencekam tersebut diduga kuat terjadi akibat korban secara tidak sengaja memainkan handle pintu bus yang tidak ter kunci dengan rapat saat kendaraan sedang melaju kencang memboyong rombongan keluarga dari arah Pangandaran menuju Ciamis.
Insiden berawal saat bus melaju di jalur arteri Kalipucang.
Tanpa disadari oleh penumpang lain maupun orang tua korban, pintu akses bus mendadak terbuka, hingga membuat balita asal Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tersebut terhempas ke jalanan.
Pengendara mobil yang berada tepat di belakang bus, Dely Mulyana, menyaksikan langsung momen ketika korban terlempar ke aspal.
Dely yang semula mengira benda tersebut adalah sampah bergegas melambatkan kendaraan dan terperanjat saat mendapati seorang anak kecil tergeletak di jalan raya.
Baca juga: Kronologi Balita Jatuh dari Bus Pangandaran: Dikira Sampah, Orang Tua Baru Tahu Saat Dikejar
Dely bersama seorang pengendara sepeda motor segera mengambil tindakan evakuasi darurat dan memacu kendaraan mengejar bus pariwisata yang terus melaju tanpa menyadari ada penumpang yang terjatuh.
Pengejaran diwarnai aksi klakson beruntun hingga akhirnya bus berhasil dihentikan di area Lapangan Kalipucang.
Meskipun dugaan awal mengarah pada tuas pintu yang dimainkan oleh anak, kepastian mengenai penyebab terlemparnya korban masih menyisakan tanda tanya.
Pihak awak bus sempat menyebutkan bahwa pintu kendaraan sebenarnya dalam kondisi tertutup sebelum insiden terjadi.
Usai dievakuasi warga dan orang tuanya, balita I langsung dilarikan ke Klinik Bhakti Medika Kalipucang sekitar pukul 20.30 WIB.
Petugas pelayanan kesehatan klinik, Yuni, mengonfirmasi bahwa korban menderita luka lecet pada bagian wajah sebelah kiri dan benjolan di pelipis.
Beruntung, hasil observasi medis memastikan korban selamat tanpa mengalami cedera fatal, sehingga pihak keluarga memilih menjalani rawat jalan untuk melanjutkan perjalanan ke Banyumas.(*)