TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung memperkuat strategi pembangunan ekonomi daerah dengan mengintegrasikan sektor pertanian dan pariwisata (Agrowisata).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Langkah itu dilakukan dengan mengembangkan Agrowisata di Gumi Keris khususnya Badung Utara.
Ke depan tidak hanya Badung Selatan yang ramai kunjungan, diharapkan Badung Utara juga menjadi daya tarik tersendiri dari segi pertaniannya.
Baca juga: Integrasikan Pertanian dan Agrowisata, Pupuk Kaltim Resmikan Kampung Sawah Abadi di Bulutana
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyebutkan, penguatan sektor pertanian memiliki peluang besar untuk menopang perekonomian Bali.
Hal itu mengacu pada hasil riset akademik dalam disertasi program doktoral yang menunjukkan sektor pertanian, tanaman pangan, perikanan, dan kehutanan memberikan kontribusi sekitar 12,5 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali.
"Angka ini menjadi potensi penting di tengah dominasi sektor pariwisata yang selama ini menyumbang sekitar 33 persen terhadap PDRB Bali. Karena itu, kami ingin membangun hubungan yang saling menguntungkan antara pertanian dan pariwisata," ungkap Bupati Adi Arnawa.
Melalui konsep tersebut, kawasan pertanian tidak hanya diarahkan sebagai pusat produksi pangan.
Pemerintah juga mendorong transformasi kawasan potensial menjadi destinasi agrowisata yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pengembangan agrowisata difokuskan di wilayah Badung bagian utara, termasuk Sulangai dan kawasan subak di sekitarnya.
"Kawasan ini memiliki potensi alam dan lahan pertanian yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata berbasis lingkungan dan pertanian," katanya.
Sinergi tersebut juga diarahkan untuk memastikan hasil produksi petani memiliki pasar yang jelas.
Sehingga para petani di Badung bisa menghasilkan produk yang berkualitas.
"Nanti Pemkab Badung bekerja sama dengan BUMD Pasar untuk menghadirkan offtaker atau penampung hasil panen. Skema ini diharapkan memberikan kepastian pemasaran sekaligus membantu menjaga harga produk pertanian lokal," jelasnya.
Selain pemasaran, pemerintah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Program tersebut mencakup pemberian jaminan sosial hingga bantuan pendidikan, termasuk beasiswa kuliah bagi anak-anak petani.
"Kami berharap ini dapat mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk tetap memiliki ketertarikan terhadap sektor pertanian," terangnya. (gus)