Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 dan Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan August 26, 2026 08:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik hari ini Rabu 26  Agustus 2026.

Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa Pekan XXI Tahun A.

Hari biasa pekan XXI Tahun A dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Rabu: 2Tes 3:6-10.16-18; Mzm 128:1-2.4-5; Mat 23:27-32 dan BcO 1Tim 1:1-20.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 26 Agustus 2026, Pribadi yang Tulus dan Jujur dalam Kasih

Bacaan Pertama: 2Tes 3:6-10.16-18; 

Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian. Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku. Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian!

Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-2.4-5; 

Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.

Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil:

P: Alleluia
U: Alleuia

Bacaan injil katolik: Mat 23:27-32 

P: Inilah Injil Yesus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan

P: Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh. Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

Renungan : Membangun Iman yang Autentik

Sebuah penelitian dari Edelman Trust Barometer 2023 menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi mengalami penurunan signifikan karena persepsi bahwa banyak pemimpin tidak hidup sesuai nilai yang mereka ajarkan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, menuntut keautentikan — kesesuaian antara ucapan dan tindakan.

Yesus hari ini memperingatkan, "Celakalah kamu... kamu seperti kuburan yang dilabur putih." Dari luar tampak saleh, tetapi dalamnya penuh kepalsuan. Teguran ini berlaku juga untuk kita, bila kita rajin mengikuti kegiatan rohani, tetapi tidak menunjukkan kasih dalam tindakan nyata.

Santa Teresa dari Kalkuta berkata, "Ketulusan adalah dasar dari semua kebajikan." Dalam hidup sosial, sabda ini bisa kita wujudkan misalnya dengan menolak praktik curang di tempat kerja, tetap adil meski berbeda pandangan, atau melayani tanpa mencari pujian. Dunia tidak butuh lebih banyak penampilan  religius, tetapi lebih banyak orang yang hidup jujur dan rendah hati. MempelajariBuku Dan Literatur Ilmu Biologi

Kita dipanggil membangun iman yang autentik — bukan sekadar menunjukkan kesalehan, melainkan hidup dari kasih yang nyata. Bila kita sungguh ingin dipercaya sebagai murid Kristus, kita harus menjadi orang yang utuh: Bersih bukan hanya di luar, melainkan terlebih di dalam.

Ya Tuhan, bersihkanlah hati kami dari kepura-puraan dan ego. Bentuklah kami menjadi pribadi yang tulus dan jujur dalam kasih. Semoga hidup kami mencerminkan cahaya-Mu di tengah dunia. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.