The Metropolitan Museum of Art (The Met) di New York, Amerika Serikat, memamerkan fragmen tertulis tertua dari puisi epik Yunani kuno The Odyssey. Fragmen itu diperkirakan berusia lebih dari 2.000 tahun.
Fragmen ini dipamerkan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kisah The Odyssey setelah diadaptasi menjadi film terbaru garapan Christopher Nolan.
The Met menyebut karya Homer itu tetap dikenal hingga kini karena mengangkat tema yang tidak lekang oleh waktu, seperti keberanian, kesetiaan, kegigihan, dan kecerdikan.
"Mulai dari pelukis vas di Yunani dan Romawi kuno hingga pembuat film masa kini seperti Christopher Nolan, para seniman terus menceritakan kembali The Odyssey melalui berbagai media," bunyi pernyataan The Met, dikutip dari , Rabu (26/8/2026).
Museum tersebut juga memamerkan sejumlah koleksi yang menggambarkan kisah perjalanan Odysseus.
"Banyak sekali lukisan, keramik, dan patung yang berkaitan dengan perjalanan pulang Odysseus selama sepuluh tahun ke Ithaca, tempat ia memerintah sebagai raja bersama istrinya, Penelope," lanjutnya.
Fragmen tertua dari cerita epik Yunani kuno The Odyssey yang dipamerkan di The Metropolitan Museum of Art (The Met) di New York. (The Metropolitan Museum of Art)
|
Fragmen papirus yang dipamerkan diperkirakan berasal dari 285-250 SM. Benda tersebut disebut sebagai fragmen tertulis tertua The Odyssey yang pernah ditemukan.
"Fragmen ini ditulis dengan sangat indah menggunakan kombinasi arang dan air melalui stilus di atas papirus, salah satu bahan yang paling populer untuk menulis pada zaman dahulu, dan memuat tiga baris yang tidak terdapat dalam teks standar saat ini," jelas The Met.
Fragmen tersebut juga menunjukkan bahwa The Odyssey memiliki sejumlah versi sebelum menjadi teks yang dikenal sekarang. Pada awalnya, kisah itu disampaikan secara lisan oleh para bard atau penyair.
"Meski kisah The Odyssey telah disampaikan dalam berbagai bentuk selama berabad-abad, satu hal penting yang sering terabaikan adalah bahwa kisah tersebut awalnya dilantunkan oleh para bard dalam pertunjukan lisan," tambah museum itu.
Fragmen berukuran kurang dari 20 cm itu ditemukan pada 1902 di nekropolis el-Hibe, Mesir. Tujuh tahun kemudian, benda tersebut masuk ke koleksi The Met setelah disumbangkan oleh Egypt Exploration Fund.
The Met menyebut Perpustakaan Alexandria di Mesir pernah menjadi tempat penyimpanan koleksi teks Homer yang penting pada era Hellenistik. Perpustakaan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pengetahuan terbesar dunia kuno.
The Odyssey bersama The Iliad merupakan dua karya epik yang dikaitkan dengan Homer dan diperkirakan berasal dari abad ke-8 SM. Keduanya diwariskan terutama melalui tradisi lisan sebelum akhirnya dibukukan.
Kini, kisah The Odyssey kembali menarik perhatian lewat film terbaru karya Christopher Nolan. Matt Damon berperan sebagai Odysseus dalam film yang mengisahkan perjalanan panjangnya kembali ke rumah setelah Perang Troya, di tengah peperangan, badai, dan berbagai makhluk mitologi.






