Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak dari Bali menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu pagi, untuk mengecek langsung kondisi pengungsi dan penanganan dampak gempa bumi di beberapa daerah NTT.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang mengikuti rangkaian kunjungan kerja Presiden di Bali dan NTT, menjelaskan Presiden akan melihat langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga berjalan baik.

“Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT,” kata Mensesneg Prasetyo di Denpasar, Bali, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu pagi.

Pras—sapaan akrab Prasetyo— melanjutkan, Presiden Prabowo sejak hari pertama bencana, langsung memerintahkan penyaluran bantuan dilaksanakan cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak. Sejak 15 Agustus 2026 sampai dengan 24 Agustus 2026, sebanyak 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua unit rumah sakit (RS) lapangan telah disalurkan ke daerah-daerah terdampak bencana di Pulau Flores, NTT.

“Dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana. KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang difungsikan sebagai RS lapangan, sementara RS Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Pras.

Di tingkat daerah, Pras melanjutkan dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan, masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk pelayanan operatif dengan 29 tindakan operasi telah dilakukan secara kumulatif, kemudian di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat dan tindakan operasi serta perawatan korban gempa.

Pras kemudian menekankan penanganan dampak bencana gempa NTT tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat.

“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Pras.

Terakhir, Pras menyatakan pemerintah terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana.