TRIBUNWOW.COM - Malas mandi disebut tanda gangguan jiwa, benarkah?
Ternyata, kebiasaan ini tidak bisa langsung menjadi diagnosis.
Marshanda sebelumnya mengungkap malas mandi sebagai salah satu ciri orang yang perlu berkonsultasi dengan psikolog.
Ungkapan ini disampaikan artis Bidadari itu di akun pribadinya baru-baru ini.
Namun, Marshanda menegaskan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi berdasarkan pengamatannya sendiri.
Ia juga mengingatkan, pemikirannya belum tentu benar karena masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Psikolog Danti Wulan Manunggal menegaskan, malas mandi bukan indikator pasti seseorang mengalami gangguan jiwa.
Menurutnya, kebiasaan tersebut hanya bisa menjadi salah satu sinyal kondisi kesehatan mental tertentu.
Baca juga: Donald Trump Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Terorisme setelah 47 Tahun
Baca juga: Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Nagekeo untuk Tinjau Korban Gempa NTT Hari Ini
Kondisi seperti depresi, stres berat, trauma, hingga kesulitan fungsi eksekutif dapat memengaruhi motivasi seseorang.
Pada depresi, seseorang bisa kehilangan energi dan motivasi untuk melakukan aktivitas sederhana, termasuk menjaga kebersihan.
Sementara trauma tertentu bahkan dapat membuat aktivitas mandi terasa tidak nyaman sehingga sengaja dihindari.
Karena itu, perlu diperhatikan gejala lain seperti perubahan tidur, kehilangan minat, kelelahan, dan pikiran negatif.
Jika perubahan perilaku berlangsung lama dan mengganggu aktivitas, bantuan psikolog atau psikiater dapat dipertimbangkan.
Jadi, malas mandi bukan otomatis tanda gangguan jiwa, tetapi bisa menjadi sinyal yang perlu diperhatikan bersama gejala lainnya.