Jelang Demo 27 Agustus, Logo Bank Mandiri di Wisma Mandiri Dicopot, Kenapa?
Joseph Wesly August 26, 2026 09:50 AM

 

TRIBUNBEKASI.COM- Jelang Demo 27 Agustus yang digelar pada Kamis (27/6/2026) ada peristiwa menarik yang terjadi di Jakarta.

Peristiwan itu yakni pencopotan logo Bank Mandiri dari dinding Wisma Mandiri yang menghadap Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Meski tidak diketahuI alasan pencopotan itu, namun hal itu dilakukan menjelang aksi demo 27 Agustus 2026.

Momen tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Pencopotan itu dihubungkan netizen setelah rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, sebelumnya disebut diblokir atas permintaan aparat penegak hukum.

Mengutip unggahan akun media sosial @kasitau.info, Selasa (25/8/2026), logo Bank Mandiri yang sebelumnya terpasang di Gedung Wisma Mandiri terlihat sudah dicopot.

Gedung berwarna abu kecokelatan itu kini tampak tanpa logo Bank Mandiri pada bagian yang menghadap Jalan MH Thamrin.

Logo Bank Mandiri Dicopot Jelang Demo

Pencopotan logo tersebut kemudian dikaitkan dengan polemik rekening Botok yang disebut berisi dana sekitar Rp80,9 juta.

Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan pencopotan logo Bank Mandiri tersebut berkaitan dengan polemik rekening Botok, rencana aksi 27 Agustus 2026, maupun aksi boikot terhadap bank tersebut.

Karena itu, alasan pencopotan logo Bank Mandiri belum dapat dipastikan.

Warganet Soroti Rekening Botok

Polemik rekening Botok turut memunculkan berbagai reaksi di media sosial.

Sejumlah warganet mengaku memindahkan tabungan maupun rekening payroll mereka ke bank lain.

Baca juga: 3 Kelompok yang Ramaikan Aksi Demo 27 Agustus di Senayan, Bawa Tuntutan Berbeda

Baca juga: Jalur Alternatif Hindari Kemacetan Demo 27 Agustus di DPR RI Senayan

Baca juga: Titik Demo 27 Agustus 2026, Awas Terjebak Macet, Cek Jalur Alternatif di Sini

Ada pula warganet yang membagikan aksi memotong kartu ATM Bank Mandiri sebagai bentuk kekecewaan.

Sementara itu, sejumlah komentar mempertanyakan alasan rekening Botok ditindak berdasarkan permintaan aparat penegak hukum.

Bank Mandiri Jelaskan Pemblokiran Rekening

Sebelumnya, Bank Mandiri telah menyampaikan permintaan maaf kepada nasabah terkait rekening milik Supriyono alias Botok.

Melalui akun X @bankmandiri, pihak bank menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.

Bank Mandiri memastikan tindakan tersebut dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

"Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku," tulis Bank Mandiri, dikutip Senin (24/8/2026).

Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya menjalankan layanan perbankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan, serta prinsip kehati-hatian dikutip dari wartakota

Rekening Botok Disebut Berisi Rp80,9 Juta

Rekening Bank Mandiri milik Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, disebut berisi dana sekitar Rp80,9 juta.

Menurut Botok, dana tersebut berasal dari penggalangan donasi di depan Gedung DPR RI pada Sabtu (22/8/2026).

Dana itu disebut digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional aksi unjuk rasa.

AMPB bersama aktivis lintas daerah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) berencana menggelar aksi di Jakarta.

Mereka membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset dan memberlakukan hukuman mati bagi koruptor.

Botok kemudian mempertanyakan tindakan terhadap rekening tersebut. Ia menyebut dana dalam rekening merupakan gabungan uang pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan operasional aksi.

"Nominal uangnya cuma Rp80 juta. Itu uang pribadi saya dan donasi teman-teman saya," ujar Botok.

Ia juga mempertanyakan alasan rekening tersebut ditindak sementara menurutnya masih banyak kasus dengan nilai jauh lebih besar.

"Terlalu curiga yang berlebihan, masa negara takut sama kami?" ungkap Botok saat diwawancarai di Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, menjelang keberangkatannya kembali ke Jakarta, Minggu (23/8/2026) malam.

Bank Mandiri Sebut Tindak Lanjut Permintaan APH

Bank Mandiri sebelumnya menjelaskan bahwa tindakan terhadap rekening milik Supriyono alias Botok merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum (APH).

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan tindakan tersebut telah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

"Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku," jelas Adhika, Minggu (23/8/2026).

Adhika tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan permintaan tersebut. Bank Mandiri kemudian menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah.

"Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening," jelasnya.

Pencopotan Logo Masih Jadi Sorotan

Pencopotan logo Bank Mandiri dari Wisma Mandiri kini menjadi perhatian publik karena waktunya berdekatan dengan polemik rekening Botok dan rencana aksi 27 Agustus 2026.

Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai alasan logo tersebut dicopot.

Dengan demikian, kaitan antara pencopotan logo, polemik rekening Botok, dan rencana aksi demonstrasi masih sebatas perbincangan serta spekulasi di media sosial.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.