TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pengusaha wanita menjadi sorotan setelah memberikan uang kepada istri pekerjanya agar sang pekerja dapat menceraikan istrinya.
Uang tersebut diberikan istri pekerjanya sebagai kompensasi perceraian sekaligus dukungan untuk kebutuhan anak pasangan tersebut.
Tindakan tersebut dilakukan pengusaha wanita setelah dirinya jatuh cinta kepada pekerjanya.
Dikutip dari Mstar, Selasa (26/8/2026), pengusaha wanita itu Bernama Zhu. Ia jatuh cinta kepada anggotanya bernama He.
Saat hubungan itu dimulai, baik Zhu maupun He masih berstatus sebagai pasangan dari orang lain.
Zhu kemudian memberikan dukungan finansial kepada Chen agar proses perceraian antara He dan Chen dapat berlangsung.
Setelah perceraian terjadi, He dan Zhu kemudian menjalani kehidupan bersama. Keduanya tinggal bersama selama sekitar satu tahun. Namun, hubungan tersebut pada akhirnya berakhir setelah Zhu dan He menyadari bahwa mereka tidak memiliki kecocokan.
Setelah hubungan mereka berakhir, Zhu kemudian mengambil langkah hukum untuk meminta kembali uang yang sebelumnya telah diberikan kepada Chen. Ia mengajukan tuntutan ke pengadilan untuk mendapatkan kembali uang sebesar 3 juta yuan yang disebut setara dengan sekitar Rp 7.9 M.
Perselisihan mengenai uang tersebut kemudian masuk ke proses pengadilan. Dalam persidangan tingkat pertama, pengadilan memutuskan bahwa uang yang diberikan Zhu kepada Chen harus dikembalikan.
Pengadilan tingkat pertama menilai pemberian uang tersebut sebagai hadiah yang tidak sah karena dianggap bertentangan dengan tatasusila atau norma kesusilaan. Atas dasar pertimbangan tersebut, keputusan awal pengadilan menyatakan bahwa uang tersebut perlu dikembalikan kepada Zhu.
Namun, perkara tersebut kemudian berlanjut ke tingkat banding. Dalam proses banding, pengadilan yang lebih tinggi membatalkan keputusan pengadilan tingkat pertama.
Pengadilan tingkat banding memiliki pertimbangan berbeda mengenai tujuan pemberian uang tersebut. Menurut pengadilan, uang yang diberikan Zhu kepada Chen bukan semata-mata merupakan hadiah pribadi kepada istri He.
Uang tersebut dinilai sebenarnya dibayarkan Zhu atas nama He kepada mantan istrinya. Pemberian itu ditujukan sebagai kompensasi perceraian serta biaya yang berkaitan dengan anak He dan Chen.
Dengan pertimbangan tersebut, pengadilan tingkat lebih tinggi memutuskan bahwa uang tersebut tidak perlu dikembalikan kepada Zhu.
Pengadilan juga memberikan penilaian terhadap tindakan Zhu yang mengajukan tuntutan untuk mendapatkan kembali uang tersebut setelah hubungannya dengan He berakhir. Menurut pengadilan, tindakan tersebut dinilai tidak menunjukkan integritas.
Penilaian itu didasarkan pada fakta bahwa Zhu sebelumnya memberikan dukungan finansial yang membantu mempercepat proses perceraian antara He dan Chen. Dengan memberikan uang kepada Chen, Zhu pada saat itu telah mendukung proses perceraian yang memungkinkan dirinya dan He menjalani hubungan bersama setelah He berpisah dari istrinya.
Setelah perceraian tersebut selesai, Zhu dan He memang tinggal bersama selama satu tahun. Namun, hubungan mereka kemudian berakhir karena keduanya menyadari bahwa mereka tidak cocok.
Perpisahan tersebut kemudian menjadi latar belakang munculnya tuntutan Zhu terhadap uang yang sebelumnya diberikan. Zhu meminta agar uang senilai 3 juta yuan tersebut dikembalikan setelah hubungan mereka tidak lagi berlanjut.
Perkara ini memperlihatkan adanya perselisihan mengenai status dan tujuan uang yang diberikan dalam proses perceraian. Pada tingkat pertama, uang tersebut dianggap sebagai pemberian yang tidak sah dan bertentangan dengan norma kesusilaan sehingga dinyatakan harus dikembalikan.
Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan oleh pengadilan tingkat lebih tinggi. Pengadilan menilai uang tersebut merupakan pembayaran yang diberikan Zhu atas nama He kepada mantan istrinya sebagai bagian dari kompensasi perceraian dan biaya anak.
Pengadilan juga menilai Zhu tidak dapat menuntut kembali uang tersebut setelah hubungan dengan He berakhir, terutama karena Zhu sebelumnya memberikan dukungan finansial yang membantu mempercepat perceraian He dengan Chen.
Dengan keputusan pada tingkat banding tersebut, tuntutan Zhu untuk mendapatkan kembali uang sebesar 3 juta yuan tidak dikabulkan. Uang yang sebelumnya diberikan kepada Chen tetap dipandang sebagai pembayaran untuk keperluan perceraian dan anak, bukan sebagai hadiah pribadi yang dapat ditarik kembali setelah hubungan Zhu dan He berakhir.
(cr31/tribun-medan.com)