TRIBUNNEWS.COM - Joan Mir akhirnya memilih meninggalkan Honda dan bergabung dengan Gresini Ducati mulai MotoGP 2027 karena ingin menemukan kembali kenikmatan membalap setelah melalui periode sulit dalam kariernya di kelas utama.
Keputusan tersebut cukup berani mengingat Mir sempat memiliki harapan besar untuk melanjutkan karier bersama Honda.
Akan tetapi juara dunia MotoGP 2020 itu merasa sudah waktunya mengambil jalan berbeda demi dirinya sendiri.
Mengutip Crash, Mir mengakui dirinya sudah lebih lelah dibandingkan sebagian rivalnya setelah menjalani periode panjang yang penuh tantangan bersama Honda.
"Saya sedikit lebih lelah dibandingkan mungkin para rival saya, pada beberapa titik dalam karier saya."
"Saya bisa saja memilih jalan yang berbeda seperti orang lain, tetapi saya memilih Honda dan saya tidak menyesalinya," kata Mir.
Baca juga: MotoGP Aragon 2026: Marco Bezzecchi Masih Diganggu Cedera, Akui Harus Gigit Jari
Meski demikian, keinginan untuk bertahan bersama Honda akhirnya harus dikalahkan oleh kebutuhan untuk mendapatkan perubahan dalam kariernya.
"Saya butuh perubahan, untuk pikiran saya, untuk semuanya, saya mendoakan yang terbaik untuk mereka di masa depan, tetapi saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi," ujar Mir.
Mir mengakui keputusan tersebut mungkin saja keliru jika Honda ternyata mampu tampil kompetitif pada 2027, tetapi ia tetap yakin pilihannya tepat.
"Mungkin karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi tahun depan, ini bukan keputusan yang tepat, tetapi keputusan ini dibuat dengan hati saya," jelasnya.
"Saya percaya jika Anda membuat keputusan dengan hati, itu adalah keputusan yang tepat," tuturnya.
Mir melihat Gresini bukan sekadar tim dengan motor Ducati yang kompetitif.
Dia melihat Gresini adalah tim dengan kekeluargaan yang mengingatkannya pada suasana ketika dirinya masih memperkuat Suzuki.
"Memilih Gresini terjadi karena mereka memiliki motor yang kompetitif dalam beberapa tahun terakhir, tetapi lebih dari motor kompetitif yang mereka miliki, yang merupakan bagian sangat penting dari keputusan saya, adalah apa yang disampaikan tim kepada orang-orang," kata Mir.
"Tim itu terasa sangat familiar bagi saya, mirip dengan Suzuki, Anda ingat bagaimana orang-orang membicarakan Suzuki," lanjutnya.
Mir juga secara khusus melihat perjalanan Marc dan Alex Marquez.
Menurutnya, Marquez bersaudara gambaran bahwa Gresini mampu membantu pembalap menemukan kembali performa sekaligus menikmati balapan.
"Marc pergi ke sana pada momen terburuk dalam kariernya, Alex juga, dia pada suatu titik bahkan berada di luar persaingan kejuaraan, dan lihat sekarang," ujar Mir.
Menurut Mir, Marc mampu memperpanjang kariernya setelah bergabung dengan Gresini, sedangkan Alex juga berkembang menjadi pembalap yang bersaing di papan atas MotoGP.
"Dia menikmati balapan, dia membuat kariernya lebih panjang, dan saya pikir cerita tim ini juga, Nadia mengambil alih peran mengelola tim, adalah cerita yang indah," kata Mir.
Faktor lainnya adalah Mir akan kembali bekerja bersama Frankie Carchedi, kepala kru yang mendampinginya ketika meraih gelar juara dunia bersama Suzuki pada 2020.
Mir menegaskan dirinya datang ke Gresini bukan semata-mata untuk membuktikan sesuatu kepada orang lain, melainkan ingin mendapatkan kembali perasaan positif.
"Saya pergi tahun depan ke mana pun saya pergi karena ingin membuktikan sesuatu, tetapi di MotoGP Anda tidak pernah tahu, saya tidak tahu bagaimana perasaan saya tahun depan," ucap Mir.
"Jika saya merasa baik, itu untuk saya, bukan untuk mereka, yang paling penting adalah membuktikan kepada diri sendiri."
"Mungkin tidak ada apa-apa, tetapi menikmati balapan lagi, saya sudah lama tidak menikmati balapan dan saya ingin melakukannya lagi," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Niken)