- Amerika Serikat kini menghadapi lawan sengit setelah China terus memperkuat hubungan strategisnya dengan Iran.
Dukungan Beijing disebut tidak hanya menyentuh sektor militer, tetapi juga hubungan ekonomi dan upaya menghadapi tekanan sanksi Washington.
China selama ini menjadi pembeli utama minyak Iran, meski Teheran berada di bawah tekanan sanksi Amerika Serikat.
Hubungan ekonomi tersebut membuat Iran tetap memiliki jalur perdagangan dan sumber pendapatan di tengah tekanan Washington.
Di sisi militer, China disebut membantu Iran melalui pasokan material yang mendukung pengembangan rudal balistik.
Salah satu material yang disebut adalah natrium perklorat yang dapat digunakan untuk membuat bahan bakar roket padat.
Pada Januari 2025, dua kapal Iran dilaporkan membawa lebih dari seribu ton material tersebut dari China.
Washington kemudian menjatuhkan sanksi terhadap jaringan yang dikaitkan dengan pasokan bahan bakar rudal tersebut.
China juga disebut memiliki kemampuan pengawasan satelit yang berpotensi membantu Iran memantau pergerakan pasukan AS.
Sementara itu, Rusia turut disebut membantu Teheran melalui teknologi drone, taktik tempur, dan informasi intelijen.
Kombinasi dukungan tersebut membuat Iran memiliki peluang lebih besar untuk membangun kembali kemampuan pertahanannya.
Bagi Washington, kondisi ini membuat tekanan terhadap Teheran menjadi semakin sulit dilakukan secara sepihak.
Apalagi, China memiliki kepentingan strategis yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk menjaga akses energi dan memperluas pengaruhnya.
Kerja sama dengan Iran juga menjadi bagian dari hubungan ekonomi dan strategis China di kawasan.
Di tengah persaingan dengan AS, Beijing berulang kali menolak tekanan sepihak Washington terhadap Teheran.
Sikap tersebut membuat Iran tidak sepenuhnya menghadapi tekanan ekonomi dan militer sendirian.
Jika dukungan China terus berlanjut, kemampuan Iran untuk bertahan menghadapi tekanan AS berpotensi semakin kuat.
Kondisi ini dapat membuat konflik lebih panjang sekaligus meningkatkan tekanan terhadap strategi Washington di Timur Tengah.
Bahkan, dukungan ekonomi, material militer, dan kerja sama strategis China dapat memberi Teheran ruang untuk terus bertahan.
Kini, China menjadi salah satu faktor penting yang membuat Iran semakin sulit ditekan di tengah konflik dengan AS.