TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Sebanyak 200 warga sipil dilibatkan sebagai Sabuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Polres Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Pelibatan masyarakat ini dilakukan untuk memperkuat kerja sama antara kepolisian dan warga dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Kabupaten Mamuju Tengah.
Apel Sabuk Kamtibmas digelar di halaman Mapolres Mamuju Tengah, Jalan H Aras Tammauni, Desa Tobadak, Rabu (26/8/2026).
Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Lagu Tak Terganti - Panji Widagdo, Lengkap dengan Chord Mudah
Baca juga: Pemkab Mamuju Tengah Salurkan 81,87 Ton Beras untuk 2.726 Warga di Topoyo
Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno mengatakan program tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari warga sekitar Polres, tokoh masyarakat, komunitas desa, kurir, pengemudi hingga pekerja di jalan.
Menurut Ari, Sabuk Kamtibmas tidak hanya bertugas membantu menjaga keamanan di sekitar Mapolres. Perannya juga mencakup lingkungan pedesaan, ketertiban lalu lintas hingga pengamanan fasilitas negara.
"Apel ini diikuti masyarakat sekitar Polres Mateng, kemudian Polsek jajaran, pekerja di jalan seperti kurir, driver, tokoh masyarakat, dan komunitas desa," kata Ari.
Selain masyarakat umum, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pecalang.
Ari menegaskan, pembentukan Sabuk Kamtibmas bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut akan dijalankan secara berkelanjutan untuk menciptakan kondisi keamanan yang aman dan kondusif di Mamuju Tengah.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan kepolisian sebagai mitra dalam menjaga keamanan lingkungan.
"Jadikan Polsek-Polsek dan Polres rumah kedua. Semuanya harus terbiasa berkunjung ke Polres," ujarnya.
Melalui keterlibatan masyarakat sipil, kepolisian berharap pengawasan keamanan dapat dilakukan secara lebih partisipatif.
Warga juga diharapkan turut membantu mendeteksi dan merespons potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah