Polresta Tangerang Jaga Ketat Sejumlah Gerai Bank Mandiri, Ada Apa?
Rr Dewi Kartika H August 26, 2026 11:09 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Polresta Tangerang meningkatkan pengamanan di sejumlah gerai Bank Mandiri yang berada di wilayah hukumnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi sweeping setelah rekening koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono atau Mas Botok mengalami pemblokiran.

Rekening milik Supriyono diketahui memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta.

Dana tersebut berasal dari uang pribadi dan donasi masyarakat yang rencananya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan aksi unjuk rasa pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Leksono, mengatakan peningkatan pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi dari masyarakat yang merasa keberatan dengan pemblokiran rekening tersebut.

"Kami juga dari pihak Polres melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi serta meningkatkan koordinasi dengan pihak bank-bank yang ada di wilayah hukum Polresta Tangerang terkait untuk memastikan aktivitas pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar," katanya kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

Tri mengatakan pengamanan juga dilakukan melalui patroli secara berkala di sejumlah lokasi Bank Mandiri yang berada di wilayah hukum Polresta Tangerang.

Patroli tersebut melibatkan jajaran Polsek di wilayah yang terdapat gerai Bank Mandiri.

Personel Satuan Samapta Polresta Tangerang juga dikerahkan untuk membantu pengamanan.

Menurut Tri, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemantauan terhadap sejumlah titik yang masuk kategori lokasi keramaian maupun objek vital, termasuk perbankan.

"Patroli Barcode itu kan setiap itu ada di setiap titik tempat-tempat keramaian kan, kayak di perbankan, di mall-mall itu kan setiap anggota kan pasti scan barcode untuk diketahui kalau dia itu sudah melakukan patroli di objek-objek vital," ungkapnya.

Tri mengingatkan masyarakat yang merasa keberatan terhadap pemblokiran rekening tersebut agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun kepentingan masyarakat luas.

Ia meminta setiap keberatan terhadap kebijakan pemblokiran rekening disampaikan melalui mekanisme dan saluran hukum yang berlaku.

"Setiap permasalahan atau keberatan terkait kebijakan pemblokiran rekening hendaknya disampaikan melalui mekanisme dan saluran hukum yang berlaku," paparnya. 

Curhatan Mas Botok

Rekening bank Mandiri milik salah satu warga Pati, Supriyono alias Mas Botok, yang akan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR pekan depan, diblokir pada Jumat (21/8/2026), kurang dari satu minggu menjelang unjuk rasa yang dijadwalkan pada Kamis (27/8/2026) lusa. 

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Teguh Istianto mengatakan rekening tersebut difungsikan untuk menampung donasi warga yang nominalnya sudah mencapai Rp 80 juta. 

“Keblokirnya hari Jumat, pas keblokir itu saldonya Rp 80 juta, tapi enggak tahu juga kalau setelah itu masih ada yang kirim lagi,” ujar Teguh saat dihubungi Kompas.com lewat telepon, Minggu (23/2026). 

Pihak AMPB pun tidak mendapat informasi pasti dari pihak bank terkait pemblokiran ini karena semua kantor bank tutup di hari libur.

Menurut Teguh, harusnya pihak bank dapat menjelaskan alasan mereka memblokir rekening tersebut. 

“Kami enggak ngurus dulu, tutup di mana-mana. Ini bikin nasabah sibuk aja, padahal kami enggak berbuat salah apa-apa,” tutur Teguh. 

“Masa kami yang diblokir ini yang disuruh urus. Kan bukan kami yang blokir? Ini namanya mempersulit,” sambung dia. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.