Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mendeteksi 208 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Provinsi Lampung berdasarkan hasil pemantauan satelit, Selasa (25/8/2026).
Baca juga: PT BTB Imbau Pengguna Tol Pastikan Kendaraan dan Kondisi Fisik Prima
Dari jumlah tersebut, sembilan titik panas terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), 188 titik berada pada kategori sedang, dan 11 titik lainnya masuk kategori rendah.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Rudi, sebaran hotspot saat ini relatif merata, terutama di wilayah utara dan timur Lampung. Kondisi cuaca yang berpotensi mempercepat penyebaran api juga perlu menjadi perhatian masyarakat.
"Hasil pemantauan satelit menunjukkan pergerakan titik panas cukup merata di wilayah utara dan timur Lampung. Kami meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena kondisi cuaca saat ini sangat memicu percepatan sebaran api," ujar Rudi, Rabu (26/8/2026).
Pemantauan menggunakan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA-20 menunjukkan konsentrasi hotspot cukup tinggi di sejumlah kabupaten.
Mesuji dan Tulang Bawang tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi titik panas terbanyak.
Di kedua wilayah tersebut, hotspot antara lain terpantau di Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji Timur, Gedung Meneng, hingga Dente Teladas.
Sementara itu, di Kabupaten Way Kanan dan Lampung Utara, titik panas terpantau cukup intensif di wilayah Blambangan Umpu, Pakuan Ratu, Negara Batin, Sungkai Utara, dan Bunga Mayang.
Adapun di Lampung Tengah dan Lampung Timur, sejumlah hotspot terpantau di antaranya di Kecamatan Bandar Mataram, Sekampung Udik, dan Marga Tiga.
Di wilayah pesisir dan Lampung Selatan, titik panas juga terdeteksi meski dalam jumlah lebih sedikit. Beberapa di antaranya berada di Bangkunat, Ngaras, Kelumbayan, Rajabasa, dan Bakauheni.
BMKG Lampung memastikan pemantauan hotspot akan terus dilakukan dan diperbarui secara berkala sebagai bagian dari upaya deteksi dini potensi karhutla.
Data tersebut diharapkan menjadi dasar bagi Satgas Karhutla di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat mempercepat penyebaran api.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)