SRIPOKU.COM - Sebuah video yang memperlihatkan pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan wawancara dengan televisi swasta dari sebuah kafe di tengah penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial.
Dalam video tersebut, sosok yang disebut sebagai pejabat BNPB tampak mengenakan rompi BNPB sambil duduk di sebuah meja dan menggunakan laptop.
Dari layar televisi yang direkam, terlihat dirinya tengah melakukan wawancara terkait perkembangan penanganan pascagempa NTT.
Dari sudut lain, seseorang mengabadikan layar kaca televisi yang menampilkan pejabat BNPB tersebut sedang melakukan wawancara terkait penanganan pascagempa NTT.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan membenarkan bahwa sosok dalam video viral tersebut adalah dirinya yang sedang melakukan wawancara dengan televisi.
Berton menerangkan, wawancara dilakukan sekitar pukul 20.00 waktu NTT di salah satu tempat makan atau kafe yang tidak jauh dari posko.
Ia memilih lokasi tersebut untuk melakukan wawancara jarak jauh dengan televisi karena kondisinya cukup sepi sehingga memungkinkan wawancara secara langsung berlangsung dengan baik.
"Kebetulan saya berada di sekitar Labuan Bajo, dan rumah makan tersebut lokasinya dekat dengan bandara yang menjadi salah satu titik Pos Pendukung Logistik BNPB," kata Berton, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/8/2026).
Ia menuturkan, sebelum melakukan wawancara, dirinya makan malam terlebih dahulu sembari menunggu waktu siaran langsung dan melakukan koordinasi.
"Jadi, bukan dalam konteks sedang bersantai atau meninggalkan tugas. Justru pada saat itu saya tetap menjalankan tugas komunikasi publik, dan wawancara tersebut dilakukan di luar jam kerja, sudah sekitar pukul delapan malam lewat," ungkap dia.
Berton menegaskan, video yang beredar di media sosial tidak menggambarkan konteks secara utuh.
Dalam video tersebut, dirinya terlihat seperti melakukan wawancara melalui Zoom dari sebuah rumah makan.
Ia menjelaskan, pada saat itu dirinya tetap bertugas memberikan pembaruan terkait perkembangan penanganan gempa NTT.
"Kenapa tidak dari posko saja? Pada saat itu kami membutuhkan tempat yang cukup tenang untuk melakukan live report agar komunikasi dengan televisi berjalan baik," ujar dia.
"Posko juga merupakan tempat kerja yang dinamis dengan aktivitas logistik dan koordinasi yang berlangsung terus-menerus. Karena itu kami memilih lokasi terdekat yang memungkinkan wawancara berlangsung dengan baik," sambung dia.
(Kompas.com)