Keraton Solo menggelar Garebek Maulid dalam rangka memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. Hanya saja, Garebek Maulid tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
Pasalnya, di tahun ini Garebek Maulid digelar dua kali di waktu yang berbeda. Grebeg Maulid pertama dilaksanakan oleh kubu Paku Buwono XIV Mangkubumi. Setelah selesai, nantinya akan dilaksanakan oleh kubu Paku Buwono XIV Purbaya.
Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, mengatakan jadwal prosesi telah diatur dan disepakati bersama. Pihaknya memilih untuk memulai prosesi lebih awal dibandingkan kelompok lainnya.
"Ya sudah semalam sudah saya itu kan (koordinasikan). Jadi kita yang lebih dulu gitu, daripada malah jadi masalah nanti kalau barengan, lebih baik dibagi waktu saja," ujar Gusti Moeng ditemui di Keraton Solo, Rabu (26/8/2026).
Rencananya, iring-iringan gunungan dari kubu Gusti Moeng akan mulai keluar pada pukul 09.00 WIB. Ia menegaskan bahwa persiapan sudah matang dan tinggal menunggu waktu pelaksanaan.
"Kita rencana jam 09.00 ya, paling ya jam 09.00 lebih lah gitu," terangnya.
Gusti Moeng mengatakan, rencananya Paku Buwono XIV Mangkubumi akan hadir. "Saya nggak tahu mereka persiapannya seperti apa. Tapi yang pagi ini yang datang itu adalah dari Sinuhun Paku Buwono XIV Hangabehi (Mangkubumi)," ucapnya.
Sementara itu, Pengangeng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay membenarkan adanya pembagian waktu untuk Wilujengan dan garebek. Hal itu diambil agar tidak terjadi gesekan massa.
"Betul supaya tidak terjadi gesekan massanya," kata Rumbay dihubungi detikJateng.
---
Artikel ini sudah tayang di detikJateng. Baca selengkapnya di sini.





