Usai Apel Gelar Pasukan, Bupati Erlina Terjun Langsung Padamkan Karhutla di Moton Asam Mempawah
Rivaldi Ade Musliadi August 26, 2026 01:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam menangani ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak sekadar menjadi ajang seremonial semata. 

Usai memimpin Apel Siaga dan Gelar Pasukan, Bupati Mempawah Erlina bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memimpin aksi pemadaman api di lapangan, Rabu 26 Agustus 2026.

Pengecekan mendadak terhadap kesiapan armada dan kelengkapan peralatan penanggulangan bencana dilakukan tepat setelah apel usai. 

Tanpa mengulur waktu, rombongan tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Erlina segera bergerak menuju lokasi titik api di kawasan Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.

Langkah taktis ini menjadi krusial mengingat letak geografis Kantor Bupati Mempawah yang berada di koridor strategis Kalimantan Barat. 

Pusat Pemerintahan Kabupaten Mempawah ini berjarak sekitar 65 hingga 70 kilometer dari Kota Pontianak, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat. 

Akses melintasi jalur darat Jalan Raya Pantura ini memakan waktu tempuh berkisar antara 1,5 hingga 2 jam perjalanan.

• Antisipasi Ancam Lingkungan! Brigjen TNI Washington Simanjuntak Cek Kesiapan Pasukan Karhutla

Kedekatan jarak antara Mempawah dan Pontianak membuat setiap insiden Karhutla di Mempawah berdampak langsung terhadap sebaran kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas transportasi darat, kesehatan masyarakat, hingga jadwal penerbangan internasional di kawasan Ibu Kota Provinsi.

Komitmen Lapangan dan Sinergi Pasukan Gabungan

Di lokasi kebakaran hutan dan lahan Moton Asam, Bupati Erlina memantau langsung proses pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan. 

Ia menegaskan bahwa aksi cepat di lapangan merupakan tindak lanjut konkret dari komitmen kesiapsiagaan yang telah disepakati bersama seluruh instansi.

"Setelah apel, kita langsung mengecek kendaraan, personel, dan peralatan. Kemudian kita bergerak bersama ke lapangan untuk melakukan pemadaman di Moton Asam, Desa Antibar. Kita ingin kesiapan ini bukan hanya seremonial. Begitu ada titik api, kita harus cepat bergerak dan melakukan penanganan agar tidak meluas," tegas Erlina di lokasi pemadaman.

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan Karhutla sangat bergantung pada soliditas antarinstansi. Kolaborasi antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, pemerintah desa, hingga kelompok relawan masyarakat menjadi benteng utama dalam memutus rantai penyebaran api.

"Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua unsur harus bersinergi, karena yang kita hadapi bukan hanya kobaran api, tetapi juga dampak buruknya terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan," tambahnya.

Edukasi Warga dan Pencegahan Karhutla

Melalui aksi langsung di lapangan ini, Erlina berharap titik api di Moton Asam dapat segera dipadamkan secara total sehingga tidak meluas ke pemukiman atau lahan pertanian warga sekitar. 

Ia juga melayangkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan selama musim kemarau.

"Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita. Jangan melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Apabila menemukan indikasi titik api, segera laporkan kepada petugas terdekat supaya bisa segera ditangani secepat mungkin," pungkas Erlina. 

Profil Singkat Bupati Mempawah Erlina

Hj. Erlina, S.H., M.H., merupakan Bupati Mempawah yang dikenal aktif dan responsif dalam memimpin pembangunan serta penanganan bencana di daerahnya. 

Tokoh wanita pembuat perubahan di Kalimantan Barat ini memiliki latar belakang pendidikan hukum yang kuat dan pengalaman panjang di dunia pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan.

Sebelum menjabat sebagai Bupati Mempawah, Erlina dikenal luas atas dedikasinya dalam berbagai program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan. 

Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Mempawah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur daerah serta peningkatan mitigasi bencana alam, khususnya penanganan Karhutla yang menjadi tantangan tahunan di wilayah pesisir Kalimantan Barat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.