Rosnilawati Tekankan Inovasi Kader PKK, Fokus Program Berdampak
Syahroni August 26, 2026 01:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mempawah, Rosnilawati Juli Suryadi, mendorong seluruh kader PKK dan Dasawisma untuk terus berinovasi dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Rosnilawati saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PKK dan Kader Dasawisma TP PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kabupaten Mempawah di Wisma Chandramidi, Rabu, 26 Agustus 2026.

Baca juga: Karhutla Mempawah Capai 6.144 Hektare, Bupati Erlina : Karhutla Harus Dicegah Sejak Dini

Mempawah mempunyai 9 kecamatan dan 60 desa serta 7 kelurahan.

Sementara jarak Mempawah dengan Kota Pontianak sekotar 75 KM dengan jarak tempuh 1 jam 48 menit.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya TP PKK Kabupaten Mempawah dalam memperkuat kapasitas para kader yang selama ini menjadi ujung tombak Gerakan PKK di tengah masyarakat.

Rosnilawati mengatakan, tantangan yang dihadapi masyarakat semakin beragam.

Karena itu, kader PKK dituntut tidak hanya menjalankan program yang sudah ada, tetapi juga mampu melahirkan gagasan baru sesuai kebutuhan masyarakat.

"Sebagai ujung tombak Gerakan PKK, para kader memiliki peran yang sangat penting. Kita harus terus meningkatkan kapasitas, berinovasi dan melakukan langkah-langkah nyata yang manfaatnya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Rosnilawati.

Baca juga: Siapa Kompol Reynaldi Guzel yang Resmi Jabat Wakapolres Mempawah? Intip Profilnya!

Selain sebagai ketua TP PKK Mempawah, Rosnilawati Juli Suryadi juga sebagai Ayah dan Bunda GenRe (Generasi Berencana) Kabupaten Mempawah.

Program PKK Harus Saling Terintegrasi

Rosnilawati menekankan pentingnya menyusun program secara terintegrasi sehingga setiap kegiatan dapat saling mendukung dan memberikan manfaat yang lebih besar.

Ia mencontohkan program peningkatan gizi keluarga yang dapat dikolaborasikan dengan program ketahanan pangan.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapat pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi, tetapi juga didorong agar mampu menyediakan kebutuhan pangan secara mandiri.

"Program-program yang kita laksanakan jangan berjalan sendiri-sendiri. Harus ada keterkaitan dan saling mendukung. Contohnya, program peningkatan gizi keluarga dapat kita padukan dengan ketahanan pangan keluarga agar hasil yang dicapai semakin maksimal," katanya.

Selain bidang pangan dan gizi, Rosnilawati juga mendorong kader untuk mengembangkan program yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.

Menurutnya, sampah dan limbah rumah tangga dapat dikelola menjadi produk bernilai guna maupun bernilai ekonomi jika ditangani secara kreatif.

"Kelestarian lingkungan juga dapat kita hubungkan dengan peningkatan ekonomi kreatif. Sampah dan limbah rumah tangga, apabila dikelola dengan baik, bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga," ungkapnya.

Kader Dibekali Literasi Digital

Dalam pelatihan tersebut, para kader juga mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi digital.

Narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mempawah, Suma Zamiasvha, menyampaikan materi Literasi Digital dan Bijak Bermedia Sosial.

Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader dalam memanfaatkan media digital secara positif, produktif dan bertanggung jawab.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan zoom meeting yang diikuti Kader Pangan Desa Sejegi bersama Pokja III Kabupaten Mempawah dan TP PKK Provinsi Kalimantan Barat.

Rosnilawati berharap pelatihan ini semakin memperkuat kemampuan kader PKK, Dasawisma, kader gizi maupun kader pangan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh kader untuk terus bergerak bersama, memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga serta masyarakat Kabupaten Mempawah.

"Semoga kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan semangat bagi seluruh kader. Mari kita terus bergerak, berkolaborasi dan berinovasi untuk menghadirkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat," pungkasnya.

Suma Zamiasvha adalah seorang pejabat fungsional Pranata Komputer Ahli Muda dan tenaga IT yang bertugas di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mempawah.

Sementara pangkat dan golongan III D.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.