Grid.ID – Musisi kondang Maia Estianty baru-baru ini mencuri perhatian publik lewat unggahan jujurnya di platform Threads. Di balik penampilannya yang selalu terlihat bugar dan awet muda, istri Irwan Mussry ini ternyata tengah berjuang menghadapi perubahan fisik yang drastis akibat fase menopause.
Dalam unggahan tersebut, Maia mengungkapkan kekagetannya terhadap kondisi tubuhnya yang mendadak menurun. Tak hanya merasa lemas, ia juga didiagnosa mengalami pengapuran tulang.
Maia tak menyangka bahwa fase alami dalam hidup wanita ini bisa memberikan dampak yang begitu terasa. Ia mengaku selama ini sudah menjalani gaya hidup sehat, namun hal itu tetap tidak menghindarkannya dari masalah tulang.
"Buset, begitu menopause itu badan jadi drop yak. Tahu-tahu badan udah pengapuran aja nih tulang," tulis Maia Estianty seperti dikutip Rabu (26/8/2026)
Penyanyi berusia 50 tahun itu merasa heran karena selama ini ia sangat disiplin dalam mengonsumsi asupan nutrisi tambahan.
"Padahal suplemen gue asupannya oke loh sma olahraga juga," lanjutnya dengan nada heran.
Pesan Penting untuk Wanita Usia 45-50 Tahun
Belajar dari pengalamannya sendiri, Maia memberikan peringatan keras kepada para
pengikutnya, terutama kaum hawa yang mulai memasuki usia kepala empat. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan tulang sedini mungkin sebelum hormon estrogen menurun drastis.
"Guys, para wanita, sebelum masuk menopause, jaga tulang kalian. Usia 45-50 tuh yang kudu dijaga," pesan ibu tiga anak tersebut.

Kondisi yang dialami Maia Estianty sebenarnya merupakan fenomena medis yang umum namun sering mengejutkan. Banyak wanita merasa "terkhianati" oleh tubuh mereka sendiri meski sudah hidup sehat.
Mengutip dari laman kesehatan ternama, Mayo Clinic, penurunan hormon estrogen yang drastis selama menopause adalah penyebab utamanya. Estrogen bukan sekadar hormon reproduksi, melainkan pelindung utama kepadatan tulang wanita.
"Estrogen membantu menjaga keseimbangan antara penghancuran tulang lama dan pembentukan tulang baru. Ketika kadar estrogen anjlok saat menopause, penghancuran tulang terjadi lebih cepat daripada pembentukannya," tulis pakar dari Mayo Clinic.
Lebih lanjut, dr. Heather Hirsch, seorang spesialis menopause dari Brigham and Women’s Hospital (afiliasi Harvard Medical School) melalui Harvard Health Publishing, menjelaskan bahwa pengapuran tulang sering kali merupakan respons tubuh terhadap ketidakstabilan sendi yang dipicu oleh melemahnya jaringan penyangga akibat hilangnya kolagen dan hormon.
Maka, meskipun suplemen dan olahraga sangat membantu memitigasi dampak, perubahan hormonal tetap akan memberikan tantangan fisik yang signifikan bagi setiap wanita.