WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA -- Sebanyak 700 warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (26/8/2026). Aktor sekaligus presenter Dik Doank hadir memberikan motivasi kepada para narapidana.
Sebanyak 700 warga binaan dari seluruh blok Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta Timur berkumpul di lapangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.
Sejumlah pejabat Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta juga hadir dalam kegiatan tersebut dengan mengenakan baju koko berwarna putih.
Sementara itu, para warga binaan yang mengikuti acara terlihat mengenakan pakaian muslim dengan tulisan "Pondok Pesantren Daarusyifa Lapas Narkotika Jakarta" pada bagian punggung.
Baca juga: 1.148 Napi Dapat Remisi HUT RI, Lapas Pemuda Tangerang Ungkap Syaratnya
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta, Aliandra Harahap, mengatakan pihaknya menghadirkan sejumlah tokoh dalam peringatan Maulid Nabi tahun ini.
Salah satunya Raden Rizki Mulyawan Kartanegara Hayang Denda Kusuma atau lebih dikenal dengan nama Dik Doank.
Aktor sekaligus presenter tersebut diundang untuk memberikan motivasi dan berbagi pengalaman hidup kepada para warga binaan.
"Kami juga mengundang ustaz Chavchay Syaifullah untuk memberikan pengalaman hidup kepada warga binaan bagaimana pengalaman yang dimiliki oleh bang Dik Doank ketika hijrah di kehidupan selebriti ke kehidupan yang dekat dengan nilai-nilai agama," kata Aliandra, Rabu.
Baca juga: Tangis Haru Pecah! 12 Napi Lapas Bekasi Langsung Bebas Berkat Remisi HUT ke-81 RI
Aliandra berharap pesan yang disampaikan Dik Doank dan Ustaz Chavchay Syaifullah dapat memberikan semangat baru bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Menurut dia, kegiatan Maulid Nabi juga menjadi agenda rutin Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dalam memperingati hari-hari besar keagamaan.
"Ini merupakan kegiatan rutinitas di mana kita merayakan kegiatan-kegiatan besar keagamaan bertepatan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW," jelasnya.
Aliandra berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan pegangan hidup bagi para warga binaan.
Ia ingin para narapidana tetap memiliki semangat untuk menjalani masa pidana sekaligus mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Baca juga: Dik Doank Ceritakan Hidup dan Karya Usai Mundur dari Industri Entertainment di Program Bahasa Cinta
"Saat ini mereka sedang mempersiapkan diri mendapatkan bekal menjadi lebih baik sebelum mereka bebas dan masa depan tentu masih ada ketika mereka terus berusaha menjadi lebih baik," tuturnya.
Sementara itu, Dik Doank mengaku kedatangannya ke Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta bukan hanya untuk memberikan motivasi.
Ia mengatakan dirinya juga ingin belajar dari para narapidana yang sedang menjalani masa pidana.
"Karena mereka sudah selesai dengan kemerdekaannya. Tidak mengambil hak orang, tidak mencuri barang haram, ya, tidak menjual juga," tegasnya.
Menurut Dik Doank, makna kemerdekaan yang ia sampaikan berkaitan dengan pemahaman terhadap norma hukum dan aturan yang berlaku.
Ia menilai masa menjalani hukuman dapat menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk lebih memahami norma, ilmu agama, serta adab dalam kehidupan.
"Jadi dia (narapidana) tahu norma, tahu fiqih agama, adab-adab, perilaku. Jadi orang bukan hanya dia yang selamat, tapi orang yang dekat dengan dia merasakan keselamatan itu, kemerdekaan itu," tandasnya. (m26)