TRIBUNTRENDS.COM - Masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) perlu mengetahui prakiraan cuaca sebelum menjalankan aktivitas pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Berdasarkan data terbaru yang ditampilkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di hampir seluruh wilayah NTB diprakirakan didominasi kondisi cerah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di luar ruangan relatif berpeluang berlangsung tanpa gangguan hujan.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi udara, terutama karena NTB masih berada dalam periode musim kemarau.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bali 26 Agustus 2026, Simak Kondisi di 9 Kabupaten dan Kota yang Mayoritas Cerah
BMKG mencatat sejumlah wilayah NTB akan mengalami cuaca cerah sepanjang Kamis.
Di Lombok Barat, cuaca diprakirakan cerah dengan suhu sekitar 21–31 derajat Celsius dan kelembapan 44–93 persen.
Sementara itu, Lombok Tengah juga diprediksi cerah dengan suhu 22–30 derajat Celsius serta kelembapan 49–92 persen.
Untuk Lombok Timur, BMKG memperkirakan cuaca cerah dengan suhu lebih sejuk, yakni 20–28 derajat Celsius. Tingkat kelembapannya berada pada kisaran 56–82 persen.
Kondisi cerah juga diprakirakan terjadi di Sumbawa, dengan suhu 20–31 derajat Celsius dan kelembapan 36–92 persen.
Berikutnya, Dompu diprediksi cerah dengan suhu 20–29 derajat Celsius, sedangkan kelembapan berada pada kisaran 47–92 persen.
Di Bima, cuaca juga diprakirakan cerah. Suhu diperkirakan mencapai 20–30 derajat Celsius, dengan kelembapan 44–93 persen.
Sumbawa Barat diprediksi cerah dengan suhu 20–30 derajat Celsius dan kelembapan yang cukup tinggi, yakni 45–97 persen.
Sementara itu, Lombok Utara menjadi salah satu wilayah yang berbeda. BMKG memprakirakan kondisi kabut/asap dengan suhu sekitar 20–27 derajat Celsius dan kelembapan 63–89 persen.
Untuk Kota Mataram, cuaca diprediksi cerah dengan suhu 20–32 derajat Celsius dan kelembapan 40–92 persen.
Adapun Kota Bima juga diprakirakan cerah, dengan suhu 20–30 derajat Celsius serta kelembapan 44–95 persen.
Prakiraan cuaca tersebut tidak terlepas dari kondisi atmosfer yang masih didominasi musim kemarau.
Dalam prospek cuaca periode 25–31 Agustus 2026, BMKG menyebut pengaruh El Niño kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih menjadi faktor yang mendukung kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia.
BMKG juga mencatat kondisi kemarau telah semakin meluas. Pada dasarian II Agustus 2026, sekitar 79,9 persen wilayah Indonesia atau 559 Zona Musim (ZOM) telah berada dalam kondisi kemarau.
Khusus NTB, BMKG memperkirakan curah hujan pada periode Agustus III hingga September II 2026 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan wilayah kategori rendah masih mendominasi.
Artinya, meskipun peluang hujan lokal tetap ada, masyarakat NTB masih perlu mewaspadai kondisi kering, kekurangan air, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca NTB Besok Rabu 26 Agustus 2026: Lombok hingga Bima Didominasi Cerah dan Berawan
Cuaca cerah bukan berarti masyarakat dapat sepenuhnya mengabaikan kondisi lingkungan.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang mengalami musim kemarau untuk mengantisipasi dampak cuaca panas dan udara yang lebih kering. Masyarakat juga dianjurkan menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung atau tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan juga perlu ditingkatkan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar.
Dengan prakiraan cerah di sebagian besar wilayah NTB pada Kamis, 27 Agustus 2026, aktivitas masyarakat diperkirakan dapat berlangsung cukup nyaman. Namun, kondisi kemarau yang masih kuat membuat masyarakat tetap perlu menghemat air dan memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG.
***
(TribunTrends)