TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Update penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), BPBD Bali bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), relawan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Bali, dan Pusat Krisis Kemenkes terus menerjunkan personel secara bergilir ke lokasi pengungsian di NTT.
Hal tersebut diungkapkan oleh, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Bali, I Bagus Gede Winyana Putra, ST., M.Si., saat ditemui di Pengembangan Recognition Mechanism bagi Hotel Penerima Disaster Safety Certification (DSC) oleh A-PAD Indonesia di Harris Hotel Sunset Road, Bali, Rabu 26 Agustus 2026.
Baca juga: Aktivitas Pariwisata Labuan Bajo Dipastikan Tetap Beroperasi Normal Pasca Gempa Flores NTT
"Tim saat ini dari Bali terus bergilir. Kalau BPBD Bali kemarin mengawalinya di Ende, kemudian saat ini ada teman di Manggarai dan di Rote untuk layanan kesehatannya. Mereka membantu tim di pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar logistik dan layanan kesehatan," terangnya.
Fokus bantuan prioritas ditujukan pada kelompok rentan di pengungsian, termasuk anak-anak, ibu hamil, perempuan, dan penyandang disabilitas.
Selain pengiriman logistik, Pemprov Bali juga membuka dompet donasi masyarakat.
"Total dana di rekening Peduli Bencana Provinsi Bali saat ini jumlahnya Rp49.862.270. Penggalangan kita tunggu sampai akhir Agustus ini dan rencananya disalurkan awal September nanti oleh Bapak Gubernur Bali ke rekening peduli di NTT," pungkasnya.
Baca juga: Galang Donasi, Solidaritas Jurnalis Bali Kumpulkan Rp8,89 Juta untuk Korban Gempa NTT
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menerjunkan tim kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu korban gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Langkah tanggap darurat ini diambil atas instruksi Gubernur Bali yang berkoordinasi langsung dengan Gubernur NTT dan Gubernur NTB.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan bahwa Pemprov Bali merespons cepat kejadian ini sebagai bentuk solidaritas kawasan Bali-Nusa Tenggara (Bali Nusra).
"Begitu ada kejadian bencana, Pak Gub sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTT dan juga Gubernur NTB, karena kita ini ada ikatan sejarah ya, Bali Nusra. Maka Provinsi Bali, Pak Gub sudah menugaskan tim kesehatan sebagai tim yang akan melakukan asesmen," katanya usai, Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Niti Mandala Denpasar, Bali, Senin 17 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, sebanyak lima personel tim kesehatan telah diberangkatkan terlebih dahulu untuk memetakan kebutuhan medis di lapangan.
Langkah ini menyusul pemberangkatan tim BPBD Provinsi Bali yang juga dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali. (*)