Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Empat tenda kini berdiri di lingkungan SMP Negeri 19 Kota Bengkulu, Rabu (26/8/2026).
Tenda tersebut disiapkan sebagai ruang kelas darurat setelah enam ruang kelas sekolah itu hangus terbakar pada 24 Juli 2026 lalu.
Bantuan tersebut diberikan PT Pertamina Patra Niaga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan kegiatan belajar mengajar di SMPN 19 Kota Bengkulu.
Selain empat tenda yang difungsikan sebagai ruang belajar sementara, Pertamina Patra Niaga juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung pembelajaran.
Di antaranya kursi-meja, papan tulis, serta kipas angin blower untuk membantu menjaga sirkulasi udara di dalam ruang kelas darurat.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Manager CID Planning Monev & Reporting PT Pertamina Patra Niaga, Edward Manaor Siahaan, di lingkungan SMPN 19 Kota Bengkulu.
Kehadiran tenda kelas darurat ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sekolah setelah kebakaran menyebabkan sejumlah ruang belajar tidak lagi dapat digunakan.
Kondisi tersebut sebelumnya membuat sekolah harus menyesuaikan kembali pengaturan kegiatan belajar mengajar agar seluruh siswa tetap mendapatkan hak pendidikan.
Empat Tenda Disiapkan untuk Ruang Belajar
Edward Manaor Siahaan mengatakan bantuan yang diberikan Pertamina Patra Niaga merupakan bentuk dukungan untuk membantu sekolah kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar secara lebih optimal.
Menurutnya, penyediaan ruang kelas darurat beserta kelengkapannya diharapkan dapat memberikan tempat belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi siswa maupun guru selama proses pembangunan kembali ruang kelas yang terdampak kebakaran.
“Pada kesempatan ini, Pertamina Patra Niaga memberikan dukungan berupa penyediaan ruang kelas darurat beserta kelengkapannya sebagai bentuk pemulihan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di SMPN 19 Kota Bengkulu,” kata Edward.
Ia berharap keberadaan ruang kelas darurat tersebut dapat membantu siswa dan guru menjalankan pembelajaran dengan lebih efektif.
“Harapan kami, ruang kelas darurat yang adik-adik dan bapak ibu guru nanti tempati ini dapat memberikan tempat belajar yang lebih nyaman, aman dan layak, sehingga para siswa dan guru dapat kembali menjalankan pembelajaran dengan lebih efektif,” ujarnya.
Pemulihan SMPN 19 Bengkulu Melibatkan Banyak Pihak
Menurut Edward, dukungan terhadap SMPN 19 Kota Bengkulu tidak hanya datang dari Pertamina Patra Niaga.
Pemulihan sekolah pascakebakaran juga merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Ia menyebut terdapat semangat gotong royong antara Pertamina Patra Niaga, Kementerian Sosial, BPBD Kota Bengkulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, pihak sekolah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
“Ini merupakan sebuah buah dari kolaborasi berbagai pihak. Tadi semangat gotong royong antara Pertamina Patra Niaga, Kementerian Sosial, BPBD Kota Bengkulu, dan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, pihak sekolah serta seluruh stakeholder yang terkait yang memberikan perhatian dan dukungan untuk SMPN 19,” kata Edward.
Ia berharap pembangunan kembali ruang kelas permanen nantinya dapat berjalan lancar.
Dengan demikian, seluruh siswa SMPN 19 Kota Bengkulu dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak dan representatif.
“Dan kami berharap revitalisasi kelas nantinya bisa berjalan lancar, sehingga seluruh siswa SMPN 19 Kota Bengkulu ini dapat segera kembali belajar di ruang kelas yang layak dan representatif,” ujarnya.
Di hadapan para siswa, Edward juga menyampaikan pesan agar kebakaran yang menimpa sekolah tidak menjadi penghalang untuk terus mengejar cita-cita.
“Jangan biarkan musibah menghentikan cita-cita kalian. Ruang kelas boleh terbakar, fasilitas boleh rusak, tetapi semangat untuk belajar dan meraih masa depan tidak boleh ikut terbakar,” tutur Edward.
Sekolah Ajukan Kelas Darurat
Kepala SMP Negeri 19 Kota Bengkulu, Lia Anggraini, mengatakan bantuan Pertamina Patra Niaga berawal dari kunjungan pihak Pertamina ke sekolah setelah kebakaran.
Dalam kunjungan tersebut, pihak Pertamina melihat langsung kondisi sekolah sekaligus menanyakan kebutuhan yang paling mendesak agar kegiatan pembelajaran dapat kembali berjalan.
Pihak sekolah kemudian menyampaikan bahwa kebutuhan utama setelah enam ruang kelas terbakar adalah tersedianya ruang kelas darurat.
“Ketika datang pihak Pertamina ke sini bertanya apa yang sangat dibutuhkan oleh sekolah, kami mengharapkan adanya kelas darurat. Alhamdulillah Pertamina bisa hadir langsung,” kata Lia.
Permintaan tersebut kemudian diwujudkan melalui pemberian empat tenda yang akan digunakan sebagai ruang belajar sementara.
Tidak hanya tenda, Pertamina juga melengkapinya dengan sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.
Sarana tersebut meliputi meja, kursi, papan tulis, hingga blower.
Bagi pihak sekolah, keberadaan blower menjadi salah satu fasilitas penting.
Sebab, kegiatan belajar mengajar di dalam tenda berpotensi membuat suhu ruangan terasa lebih panas, terutama ketika digunakan dalam waktu yang cukup lama.
Dengan adanya kipas angin blower, sekolah berharap kondisi di dalam ruang belajar darurat dapat menjadi lebih nyaman bagi siswa dan guru.
Lia mengatakan tersedianya empat tenda kelas darurat memberikan harapan baru bagi sekolah untuk mengembalikan kegiatan pembelajaran secara lebih normal.
“Insyaallah ketika ini sudah ada, seluruh anak-anak bisa masuk lagi kembali,” ujarnya.
Siswa Tak Lagi Harus Masuk Siang
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, turut mengapresiasi bantuan CSR yang diberikan Pertamina Patra Niaga.
Menurut Ilham, bantuan tersebut sangat berguna karena persoalan utama yang dihadapi sekolah setelah kebakaran adalah keterbatasan ruang kelas.
Sebelum adanya ruang kelas darurat, keterbatasan ruang membuat sekolah harus mengatur kegiatan pembelajaran sedemikian rupa, termasuk membuat sebagian siswa mengikuti pembelajaran pada siang hari.
Dengan adanya empat tenda yang dilengkapi sarana belajar, Ilham berharap kondisi tersebut dapat segera berakhir.
“Tentunya CSR tersebut sangat berguna, sehingga siswa di SMPN 19 Kota Bengkulu tidak ada lagi yang masuk siang seperti sebelumnya, karena kekurangan ruang kelas,” kata Ilham.
Ia menilai bantuan Pertamina, meskipun bersifat sementara, telah memiliki kelengkapan yang cukup untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Mulai dari tenda sebagai ruang belajar, tempat duduk bagi siswa, peralatan mengajar, hingga kipas blower untuk membantu kenyamanan di dalam ruangan.
“Alhamdulillah proses belajar mengajar dapat kembali berjalan seperti semula, meskipun kondisinya darurat, namun ini sudah sesuai dengan standar Kementerian Pendidikan,” ujar Ilham. (Adv)