Gedung Baru SDN 026 Bojongloa Bandung Siap Dibangun September, Disdik Rampungkan PBG
Muhamad Syarif Abdussalam August 26, 2026 04:33 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembangunan sekolah pengganti SDN 026 Bojongloa di Kompleks Cibaduyut Permai, RW 02, Kelurahan Cibaduyut Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung ditargetkan bisa dimulai pada September 2026.

Seperti diketahui, sekolah pengganti tersebut dibangun karena SDN 026 Bojongloa bersengketa lahan. Ahli waris bernama Agus Pribadi dan Tata mengklaim kepemilikan lahan SDN 026 Bojongloa ke pengadilan pada 2017 silam.

Setelah perkaranya bergulir hingga tingkat Peninjauan Kembali (PK) pada tahun 2022, Pemkot Bandung kalah dan akhirnya harus merelakan lahan sekolah tersebut menjadi milik ahli waris, sehingga pemerintah pun harus membangun sekolah pengganti.

"Insya Allah pertengahan September (dibangun), tahun ajaran baru harus bisa digunakan. Kita upayakan, kita lagi fokus ke perizinan, bereskan satu-satu," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, Rabu (26/8/2026).

Ia mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih berupaya menyelesaikan perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) karena hal tersebut menjadi tuntutan dari warga di sekitar lokasi yang menolak pembangunan sekolah itu.

"Kita juga terus bahas tentang hal itu. Mudah-mudahan tidak terlalu lama sudah clear PBG-nya," katanya.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, lahan untuk pembangunan SDN 026 Bojongloa tersebut merupakan lahan kosong yang luas seperti lapangan dan lokasinya berada di dalam Kompleks Cibaduyut Permai.

Lahan seluas 4.000 meter persegi itu dikelilingi tembok dan sudah terdapat plang pengumuman pembangunan dengan nilai kontrak Rp15.780.780.000. Sedangkan pelaksana proyeknya PT Pancarona Mitra Abadi dan konsultan supervisi PT Graha Mitra Konsultan.

Sementara beberapa spanduk penolakan pembangunan SD Negeri 026 Bojongloa tersebut terpantau sudah terpasang di dalam Kompleks Cibaduyut Permai dan di atas pintu masuk ke lahan untuk pembangunan sekolah tersebut. Mereka menolak karena arus lalu lintas bakal jadi ramai.

"Sebetulnya begini, kalau akses kemarin kita sudah petakan dengan kewilayahan. Jadi, nanti tidak hanya ke Jalan Borobudur, banyak jalan yang bisa dilalui dan kita sudah sampaikan ke Pak RW dan warga," ucap Asep.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.