PCNU Ciamis Memberangkatkan 264 Muktamirin ke Muktamar NU ke-35 di Jombang
Dedy Herdiana August 26, 2026 04:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Sebanyak 264 muktamirin dari Kabupaten Ciamis diberangkatkan untuk mengikuti Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, Jawa Timur.

Para peserta tersebut diberangkatkan menggunakan lima bus dari Kantor PCNU Ciamis menuju lokasi pelaksanaan Muktamar NU pada Rabu (26/8/2026).

Ketua PCNU Ciamis, KH Arief Ismail Chowas, mengatakan keberangkatan para muktamirin diawali dengan doa bersama sebagai ikhtiar untuk menjemput keberkahan dan kelancaran selama mengikuti Muktamar.

"Diawali melalui doa bersama dalam rangka menjemput keberkahan, termasuk ikut bergembira dalam Muktamar. Ini bukan hanya untuk rais atau ketua, tetapi untuk semua jamaah dan struktural," kata KH. Arief saat ditemui di Kantor PCNU Ciamis.

Baca juga: PCNU Kabupaten Tasikmalaya Kirim 10 Bus untuk Hadiri Muktamar ke-35 NU

Menurut KH Arief  yang juga sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, keterlibatan warga NU Ciamis dalam Muktamar tidak sekadar untuk mengikuti proses pemilihan kepengurusan. 

Ada sejumlah gagasan yang diharapkan dapat dibahas dan menjadi program NU ke depan.

Salah satunya adalah penguatan pesantren sebagai akar utama Nahdlatul Ulama serta pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor pertanian, perkebunan dan peternakan.

"Yang kita harapkan bagaimana pesantren sebagai akar utama ataupun ruh utama dalam pendirian Nahdlatul Ulama mesti menjadi bagian utama dari pembahasan dan perumusan program ke depan," ujar KH Arief yang juga sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Ciamis.

PCNU Ciamis juga mendorong agar PBNU ke depan memiliki program konkret dalam pemberdayaan ekonomi warga.

Potensi pertanian, perkebunan dan peternakan dinilai sangat besar untuk dikembangkan, mengingat banyak warga NU yang menggantungkan kehidupan dari sektor agraris.

Menurut KH Arief, program NU ke depan tidak cukup hanya berfokus pada penguatan akidah dan keagamaan, tetapi juga harus menjawab persoalan masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Ciamis sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Ihya Ulumiddin Pamarican, KH. Amir Hamzah, mengatakan pengembangan sektor agraris tersebut sudah mulai dilakukan di Ciamis.

Salah satunya melalui pengembangan tanaman kakao.

Menurutnya, PCNU Ciamis telah menyalurkan sekitar 1.000 bibit kakao ke sejumlah kecamatan.

Di Kecamatan Pamarican, salah seorang kader GP Ansor yang memiliki pengalaman menanam kakao di Lampung kini telah mengembangkan sekitar 800 pohon kakao di Desa Mekarmulya.

"Dia sudah menanam sekitar 800 pohon dan sekarang sudah mulai melangkah membuat bibit sendiri. Kemandirian ini mudah-mudahan bisa terus digalang dan memberi contoh kepada teman-teman yang lain," kata KH Amir.

Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga masyarakat, khususnya warga NU, memiliki alternatif sumber pendapatan yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

Selain kakao, potensi kopi, hortikultura, pertanian dan peternakan juga dinilai perlu mendapat perhatian.

"Karena warga NU kebanyakan agraris, kita kembali kepada potensi yang sangat luar biasa bagi warga NU untuk menggarap sektor agraris, terutama perkebunan, hortikultura dan pertanian," ujarnya.

Gagasan pemberdayaan ekonomi umat berbasis agraris itu diharapkan dapat menjadi salah satu materi yang diperjuangkan dalam Muktamar NU.

Keberangkatan ratusan muktamirin dari Ciamis pun menjadi bagian dari ikhtiar PCNU untuk turut memberikan kontribusi dalam menentukan arah program dan kebijakan NU ke depan.(*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.