CEO Grup Volkswagen Oliver Blume dikabarkan mendapat cemoohan yang terdengar jelas dari para karyawan yang tidak puas di kantor pusat produsen mobil itu di Wolfsburg, saat menyampaikan pidato yang ditujukan untuk meraih dukungan terhadap rencana restrukturisasi manajemen. Rencana tersebut disebut dapat mencakup hingga 100.000 pemutusan hubungan kerja serta kemungkinan penutupan pabrik di seluruh Jerman.
Menurut laporan, pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 10.000 pekerja di fasilitas Hall milik merek itu, dalam agenda pertama dari rangkaian pertemuan terbuka yang dijadwalkan berlangsung di berbagai wilayah negara itu dalam beberapa hari ke depan. Blume didampingi oleh pimpinan merek VW Thomas Schäfer, yang juga memaparkan sebagian dari rencana yang dalam beberapa pekan terakhir menarik perhatian publik cukup besar. Cemoohan yang ditujukan khusus kepada Blume disebut muncul ketika sang CEO meminta para karyawan untuk “bersatu” mendukung restrukturisasi tersebut.
Dalam pidato itu, Blume dikabarkan menjelaskan perlunya memangkas tambahan 50.000 pekerjaan di luar 50.000 pengurangan yang sebelumnya sudah disepakati dengan serikat pekerja setempat, demi menyelaraskan biaya Volkswagen dengan para pesaingnya. Untuk saat ini belum ada penutupan pabrik yang direncanakan, karena eksekutif tersebut menggambarkan langkah semacam itu sebagai “jalan terakhir dan yang paling mahal.”
Sebelumnya, Blume pernah berbicara mengenai kemungkinan mencari kemitraan di sektor pertahanan, atau memindahkan kembali produksi dari pasar lain ke Jerman, sebagai salah satu cara untuk mengurangi kelebihan kapasitas yang saat ini terdapat di pabrik-pabrik perusahaan di negara asalnya. Meski begitu, manajemen belum mengambil langkah resmi ke arah tersebut. Produksi otomotif di fasilitas Osnabrück milik merek itu dijadwalkan berakhir paling cepat tahun depan, sementara pabrik di Emden, Zwickau, Neckarsulm, dan Hanover belum memiliki rencana masa depan yang jelas setelah 2030.
Pemimpin buruh Volkswagen Daniela Cavallo juga dikabarkan berbicara untuk menegaskan kembali keyakinannya terhadap kekuatan fasilitas-fasilitas di Jerman, sekaligus menyampaikan pandangan pekerja terhadap Blume. “Kepercayaan kami kepada dewan eksekutif perusahaan ini, dan khususnya kepada CEO-nya Oliver Blume, telah rusak. Belum sampai tak bisa diperbaiki, tetapi tetap saja telah rusak,” kata Cavallo.
Dalam struktur Volkswagen, Blume tidak bisa mengambil keputusan besar seperti ini seorang diri; para pemimpin buruh dan pemerintah negara bagian Niedersachsen memiliki kewenangan untuk memveto keputusan. Blume akan mendapat kesempatan lain untuk mengamankan persetujuan atas pemangkasan yang diusulkan itu pada 4 September, namun beredar kabar bahwa usulan pemulihan alternatif bagi produsen mobil tersebut juga sedang disampaikan kepadanya.