Lahir Rabu Pahing? Kenali Karakter, Rezeki, Pekerjaan Wuku Wugu
Joko Widiyarso August 26, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM – Tribunners, ada tipe seseorang kalau susdah memiliki tujuan sussah untuk dialihkan. 

Saat mengerjakan sesuatu, ia bisa fokus sampai tuntas dan berusaha memberikan hasil terbaik. 

Namun, sifat tersebut juga bisa membuatnya lebih nyaman bekerja sendiri daripada terlalu banyak berdiskusi dengan orang lain.

Menariknya, karakter seperti ini ternyata sudah digambarkan dalam Primbon Jawa melalui weton dan wuku kelahiran.

Salah satunya adalah mereka yang lahir pada Rebo Paing, Wuku Wugu.

Dalam perhitungan Pawukon, Wuku Wugu merupakan wuku ke-14. 

Wuku ini berada di bawah naungan Dewa Betara Sujalma, dengan sejumlah perlambang yang dipercaya menggambarkan watak dan kehidupan orang yang lahir di dalamnya.

Punya Tekad Kuat, tapi Cenderung Suka Sendiri

quotes tentang kesepian menyentuh hati
Ilustrasi Menyendiri (Pinterest)

Disadur dari Primbon Pawukon Bayi Lahir, Wuku Wugu menggambarkan tabiat yang angkuh. 

Sementara Dewa Betara Sujalma menggambarkan sosok yang mudah menyenangkan kata-kata, cenderung pendiam, tetapi memiliki rasa hati yang tajam.

Orang yang lahir pada Rebo Paing Wuku Wugu juga disebut senang menekuni satu jenis pekerjaan. 

Kalau sudah mengerjakan sesuatu, ia ingin hasilnya benar-benar bagus dan selesai dengan sempurna.

Karakter ini membuatnya terlihat tekun dan punya kemauan kuat.

Namun, ia juga bukan tipe yang terlalu suka berunding. 

Ia lebih nyaman dengan caranya sendiri dan terkadang memilih menyepi.

Hal tersebut digambarkan melalui lambang burung Suwak. 

Dalam Primbon Jawa, burung Suwak memiliki makna pribadi yang tidak terlalu suka berunding dan senang menyendiri.

Meski begitu, saat sedang bekerja, orang dengan kelahiran ini justru digambarkan memiliki wajah yang cerah dan periang.

Ia juga disebut sering membanggakan kebaikan yang pernah dilakukan. 

Dengan kata lain, ada rasa bangga terhadap kebajikan yang dimilikinya.

Murah Hati Soal Makanan, Hemat Soal Harta

Berbagai makanan yang terhidang di meja makan (Canva/Jakubgojda)
Berbagai makanan yang terhidang di meja makan (Canva/Jakubgojda) (Canva/Jakubgojda)

Selain burung Suwak, Wuku Wugu juga memiliki lambang pohon batang Bendha.

Ada pula lambang gedung dengan pintu belakang tertutup. 

Perlambang ini menggambarkan sifat yang murah hati, terutama jika berkaitan dengan makanan.

Namun, untuk urusan lain, orang kelahiran Rebo Paing Wuku Wugu justru dikenal cukup hemat dalam menggunakan harta benda.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah soal hubungan dengan orang lain. 

Dalam Primbon, orang dengan kelahiran ini disebut mudah memutus persahabatan.

Terlebih, ia memiliki rasa hati yang cukup sensitif. 

Hal yang paling bisa menyakitkan hatinya adalah ketika mendapatkan hinaan dari orang lain.

Cocok Berdagang Bambu hingga Jadi Pandai Emas

PRODUK BAMBU - Pengunjung melihat-lihat produk anyaman bambu di Jagad Bamboo Craft, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Rabu (30/07/2025).
PRODUK BAMBU - Pengunjung melihat-lihat produk anyaman bambu di Jagad Bamboo Craft, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Rabu (30/07/2025). (Tribun Jogja/ Alexander Ermando)

Primbon Jawa juga memuat gambaran mengenai bidang usaha yang dipercaya dapat membawa hasil baik.

Untuk orang Rebo Paing Wuku Wugu, usaha yang disebut cocok antara lain menjadi pandai emas atau berdagang bambu.

Namun, ada pula hal yang dipercaya menjadi sumber bencana. 

Di antaranya adalah kebiasaan menghina orang lain dan kurang berhati-hati dalam bertindak.

Karena itu, sifat suka meremehkan orang lain dan sikap kurang waspada sebaiknya dihindari.

Ada Tradisi Mandi Suci dan Kain Kuning

Ilustrasi Sesajen yang Dihidangkan Untuk Persembahan
Ilustrasi Sesajen yang Dihidangkan Untuk Persembahan (Canva.com)

Dalam Primbon Jawa, terdapat pula usaha penanggulangan yang dikaitkan dengan kelahiran Rebo Paing Wuku Wugu.

Salah satunya adalah mandi suci menggunakan air letuh. 

Pakaian yang digunakan ketika mandi adalah kain berwarna kuning.

Sesaji yang disebutkan berupa ayam hitam mulus, dengan paruh, bulu, dan kaki berwarna hitam. Ayam tersebut tidak disembelih.

Ketentuan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan Primbon Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.

Tumit Kiri Disebut Perlu Diwaspadai

Tidak hanya soal watak dan rezeki, Primbon Wuku Wugu juga memuat kepercayaan mengenai kesehatan.

Bagian tubuh yang disebut perlu diwaspadai adalah tumit sebelah kiri.

Sementara itu, bahan yang disebut sebagai penyembuh adalah labah-labah dan daun padi, yang menurut keterangan Primbon digunakan sebagai obat pada pagi hari.

Bagian ini merupakan kepercayaan tradisional dalam Primbon Jawa dan bukan pengganti pengobatan medis.

Kain Kuning dan Ajimat Emas

Ilustrasi bongkahan emas
Ilustrasi bongkahan emas (Tribun Jogja)

Ada satu lagi perlambang yang cukup menarik dari Wuku Wugu.

Dalam hal berpakaian, orang yang lahir pada Rebo Paing Wuku Wugu dianjurkan untuk mengenakan kain dengan dasar warna kuning.

Sedangkan ajimat yang disebut dalam Primbon adalah emas sekadarnya dengan rajah ganti anglenya.

Dari berbagai perlambang tersebut, Rebo Paing Wuku Wugu digambarkan sebagai sosok yang punya kemauan kuat, serius ketika mengejar sesuatu, hemat dalam menggunakan harta, tetapi juga cenderung nyaman dengan dunianya sendiri.

Ia bisa terlihat ceria ketika bekerja, tetapi memiliki hati yang cukup peka ketika berhadapan dengan perkataan orang lain.

Nah, Tribunners itu tadi penjelasan terkait Wuku Wugu yang disadur dari Buku Primbon Pawukon Bayi Lahir. 

Kira-kira wuku apa yang harus dibahas selanjutnya?

Tulis di kolom komentar ya! 

(MG Natasya Aulia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.