Dukung Program Kementan, Pengembang Benih Lampung Tengah Salurkan Bibit Gratis untuk Petani
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 26, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Pengembang benih lokal di Kabupaten Lampung Tengah siap mendukung penuh program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) RI dengan menyalurkan jutaan bibit tanaman perkebunan secara gratis kepada masyarakat. 

Baca juga: Dosen Unila Soroti Efektivitas Bantuan Pangan Menteri Pertanian bagi Petani di Lampung

Langkah ini dilakukan guna memastikan para petani di wilayah Lampung mendapatkan pasokan benih berkualitas tinggi tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Direktur CP Hikmah Tani, Agus Setiawan, menyatakan bahwa seluruh proses pembibitan hingga pendistribusian benih diawasi secara ketat dan disalurkan secara cuma-cuma sesuai dengan arahan tegas Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. 

"Sejak berdiri pada tahun 2009, CP Hikmah Tani telah berkembang dari pengerjaan proyek mandiri, skala APBD, hingga kini dipercaya menangani pengadaan benih APBN skala nasional," kata dia, Rabu (26/8/2026).

Agus menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya apa pun, baik dari tahap pembibitan, pengolahan lahan, hingga penerimaan fisik di tingkat kelompok tani.

Pengadaan benih tersebut bersumber dari anggaran APBN yang harus melalui mekanisme kualifikasi dan lelang resmi Kementan secara transparan, termasuk pemeriksaan legalitas asal-usul benih hingga kesiapan fisik lokasi penangkaran. 

Untuk wilayah Lampung, pihak pengembang telah menyiapkan 600.000 batang bibit kopi Robusta varietas Propelgitim yang dialokasikan khusus untuk dua kabupaten, yaitu Pesisir Barat dan Tanggamus.

Selain komoditas kopi, pengembang juga memproduksi 1,8 juta batang bibit kakao unggul varietas MCC 02, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2. 

"Bibit kakao tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan di tiga wilayah utama, yakni Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, serta Lampung Tengah yang mendapatkan alokasi penyaluran seluas 500 hektar," kata Agus.

Agus menyebut, seluruh pendistribusian benih unggul ini dijadwalkan mulai berlangsung pada awal musim penghujan, yakni paling lambat pada rentang bulan November hingga Desember.

Di samping menyokong produktivitas sektor perkebunan, aktivitas penangkaran benih di atas lahan seluas 12 hektar yang tersebar di Desa Mekarjaya, Kecamatan Bangunrejo, ini turut memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. 

"Kita mempekerjakan sekitar 70 tenaga kerja lokal per hari khusus untuk pemeliharaan dan perawatan bibit. 
Skema kerja sama ini terbukti efektif menyerap tenaga kerja lokal serta memutar roda perekonomian warga di sekitar pusat pembibitan," kata dia.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi tinggi atas peningkatan kualitas dan keaslian bibit perkebunan saat ini. 

Mentan Amran mengenang tindakan tegasnya di masa lalu yang tak segan mencopot pejabat bertanggung jawab akibat masalah pengadaan bibit kelapa yang tidak sesuai standar. 

Tindakan disiplin tersebut kini membawa hikmah besar berupa perbaikan sistem perbenihan nasional yang jauh lebih terintegrasi dan bermutu tinggi dari Sabang sampai Merauke.

Mentan Amran menekankan bahwa keberhasilan transformasi sektor pertanian tidak bisa dicapai secara parsial. 

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen, mulai dari tim perkebunan, para petani, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, camat, bupati, gubernur, hingga jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan yang terus mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan bebas dari praktik korupsi demi terwujudnya kemandirian pangan Indonesia," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.