Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bengkulu, Stok Biosolar 2.448 KL Cukup untuk 7 Hari
Ricky Jenihansen August 26, 2026 05:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan sekaligus Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) yang menjalankan bisnis hilir migas, termasuk pemasaran, perdagangan, dan distribusi produk energi, mencatat stok Biosolar di Terminal BBM Pulau Baai saat ini mencapai sekitar 2.448 kiloliter (KL), jumlah yang diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan hingga kurang lebih tujuh hari.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Bengkulu, Farid Akbar, mengatakan kondisi stok Biosolar Bengkulu masih terkendali.

Menurutnya, pasokan tersebut terus dipantau sembari menunggu jadwal kedatangan kapal pengangkut Biosolar berikutnya.

"Untuk Biosolar, kondisinya juga masih aman. Saat ini stok Biosolar di Pulau Baai mencapai sekitar 2.448 KL dan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan selama kurang lebih tujuh hari," kata Farid, Rabu (26/8/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kelancaran pasokan Biosolar berkaitan langsung dengan distribusi BBM kepada masyarakat dan sektor yang membutuhkan jenis BBM tersebut.

Farid mengatakan Pertamina terus memantau stok dan distribusi BBM di Bengkulu agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Stok Biosolar 2.448 KL Cukup untuk 7 Hari

Stok Biosolar di Terminal BBM Pulau Baai, tempat penampungan dan distribusi pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan energi di Provinsi Bengkulu, saat ini berada di angka sekitar 2.448 KL.

Berdasarkan perkiraan kebutuhan, volume tersebut dapat memenuhi kebutuhan Biosolar Bengkulu selama kurang lebih tujuh hari.

Angka tersebut menunjukkan bahwa untuk sementara belum terdapat persoalan kekurangan stok Biosolar di Bengkulu.

Namun, kesinambungan pasokan tetap menjadi perhatian agar distribusi tidak terganggu ketika stok yang tersedia mulai berkurang.

Pertamina juga menyiapkan kedatangan kapal pengangkut Biosolar sesuai jadwal setelah kapal Pertalite yang diperkirakan tiba pada 28 atau 29 Agustus 2026.

Pengaturan jadwal kedatangan kapal menjadi bagian penting dalam menjaga stok Biosolar Bengkulu tetap tersedia.

Pertamina berharap tidak ada kendala yang membuat jadwal kapal terganggu.

Kapal Biosolar Masuk Sesuai Jadwal

Farid menjelaskan, setelah kapal Pertalite yang diperkirakan tiba pada 28 atau 29 Agustus, kapal pengangkut Biosolar selanjutnya akan masuk sesuai jadwal.

"Untuk kapal pengangkut Biosolar, setelah kapal Pertalite yang diperkirakan datang pada 28 atau 29 Agustus, selanjutnya kapal pengangkut Biosolar akan masuk sesuai jadwal," ujar Farid.

Kedatangan kapal tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan stok Biosolar Bengkulu sehingga pasokan yang tersedia di Pulau Baai dapat terus diperbarui sebelum mencapai batas kebutuhan.

Pertamina tetap memperhatikan kondisi cuaca sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi ketepatan waktu kedatangan kapal.

Cuaca Berpengaruh pada Kelancaran Distribusi

Menurut Farid, kondisi cuaca sebelumnya turut memengaruhi keterlambatan kedatangan kapal.

Karena itu, Pertamina berharap kondisi cuaca tetap baik sehingga kapal dapat tiba tepat waktu.

"Tentunya kami berharap cuaca tetap bagus sehingga kapal dapat datang tepat waktu. Kami berharap tidak ada kendala cuaca yang dapat menghambat kedatangan kapal maupun proses penyaluran BBM," katanya.

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau karena distribusi BBM Bengkulu sangat bergantung pada kelancaran arus kapal menuju Terminal BBM Pulau Baai.

Antrean Sebelumnya Bukan karena Stok Habis

Sementara itu, antrean kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah SPBU sebelumnya dijelaskan Pertamina berkaitan dengan kendala teknis dalam proses bongkar muat kapal, bukan karena stok Biosolar maupun BBM secara keseluruhan habis.

Kapal yang sebelumnya diperkirakan dapat melakukan pembongkaran pada pagi hari ternyata baru dapat melakukan bongkar muat sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.

Keterlambatan tersebut membuat penyaluran BBM dari Pulau Baai harus dihentikan sementara selama sekitar tiga hingga empat jam karena aktivitas bongkar muat berlangsung di area pelabuhan.

Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan kegiatan operasional di Terminal BBM Pulau Baai tetap terjaga.

Akibat distribusi tertahan, pelayanan kepada masyarakat ikut mengalami keterlambatan dan kemudian berdampak pada antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Farid menegaskan kondisi tersebut menjadi evaluasi agar penyaluran BBM berikutnya dapat berjalan lebih lancar.

Pertamina Pantau Stok Biosolar Bengkulu

Dengan stok Biosolar sekitar 2.448 KL, Pertamina memastikan kondisi pasokan saat ini masih aman dan terus dipantau.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan stok di Pulau Baai tetap tersedia dan distribusi menuju SPBU dapat berjalan sesuai kebutuhan.

Farid mengatakan pihaknya juga memperhatikan jadwal kapal berikutnya agar tidak terjadi jeda pasokan.

"Kami terus memantau kondisi stok dan distribusi BBM di Bengkulu agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik," ujarnya.

Selain stok yang tersedia saat ini, jadwal kedatangan kapal menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan Biosolar Bengkulu.

Pertamina berharap seluruh proses distribusi dapat berjalan lancar tanpa kendala cuaca maupun operasional.

Distribusi Diharapkan Kembali Lancar

Pertamina berharap kelancaran kedatangan kapal dan proses bongkar muat dapat menjaga distribusi BBM Bengkulu tetap stabil, termasuk untuk Biosolar.

Dengan stok Biosolar sekitar 2.448 KL yang diperkirakan cukup untuk tujuh hari, perhatian berikutnya diarahkan pada ketepatan jadwal kapal pengangkut Biosolar.

Jika kedatangan kapal berjalan sesuai jadwal dan kondisi cuaca mendukung, pasokan Biosolar Bengkulu diharapkan tetap aman.

Farid mengatakan Pertamina akan terus memantau kondisi stok dan distribusi BBM di Bengkulu.

Pemantauan tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan antrean panjang akibat tertahannya distribusi tidak kembali terjadi.

"Mulai hari ini dan seterusnya, kami berharap kapal dapat datang tepat waktu sehingga penyaluran BBM ke SPBU berjalan lancar dan tidak terjadi lagi antrean panjang akibat keterlambatan distribusi," kata Farid.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.