Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Perjuangan membanggakan ditorehkan oleh atlet muda cabang olahraga panjat tebing asal Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Muhammad Alfin Riski.
Pelajar SMP Negeri 1 Takengon ini sukses meraih peringkat kelima tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang diselenggarakan di Cibubur, Jakarta pada 19 hingga 23 Agustus 2026.
Dibalik prestasi gemilang tersebut, perjalanan Alfin tidaklah mudah.
Latihan panjat tebing yang telah ia tekuni sejak akhir kelas 6 SD sempat terhenti hingga hampir enam bulan akibat musibah bencana alam.
Meski demikian, semangat pantang menyerah membawanya bangkit hingga berhasil keluar sebagai juara pertama tingkat provinsi pada seleksi di Banda Aceh Juli lalu dengan catatan best time 9,02 detik, sebelum akhirnya melaju ke panggung nasional.
Persaingan ketat tersaji di babak delapan besar O2SN tingkat nasional.
Alfin mengungkapkan bahwa persaingan di babak penentuan sangat kompetitif karena catatan waktu seluruh atlet berada di kisaran 8 detik.
Ia mencatatkan best time 8,72 detik dan harus puas di urutan kelima, terpaut tipis dari peringkat keempat yang mencatatkan waktu 8,71 detik.
Pada babak perempat final menuju empat besar tersebut, langkah Alfin menuju puncak sempat tertahan akibat insiden kecil di mana kakinya tersandung sebanyak tiga kali sehingga gagal mencapai top.
"Akhirnya di peringkat 5," ujar Alfin saat menceritakan perjuangannya kepada TribunGayo.com, Rabu (26/8/2026).
Keberhasilan Alfin melaju hingga tingkat nasional juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
Peran besar datang dari Edi Kurniawan, selaku kerabat sekaligus anggota DPRK Aceh Tengah yang berinisiatif mencari donatur guna membiayai keberangkatan pelatih sebagai pendamping resmi yang tidak ditanggung oleh panitia.
Dukungan serupa juga mengalir penuh dari para guru SMP Negeri 1 Takengon serta seluruh keluarga besar.
Ke depan, Alfin berharap ada perhatian dan apresiasi yang lebih baik dari pemerintah bagi para atlet, khususnya cabor panjat tebing.
Ia berharap fasilitas latihan panjat tebing di Lapangan Musara Alun Blang Kolak II seperti waktu otomatis panjat tebing (automatic speed climbing timer) yang selama ini masih secara manual, sehingga dapat mendukung pembinaan atlet-atlet muda berbakat di Aceh Tengah. (*)
Baca juga: Potret Haru Maulid Nabi di Aceh Tengah, Warga Gotong Royong Pikul Logistik Menyeberangi Sungai
Baca juga: Evakuasi Warga yang Lumpuh Tiga Tahun, Baitul Mal Aceh Tengah Siapkan Rumah dan Modal Usaha
Baca juga: Buka Pacuan Kuda HUT ke-81 RI, Wabup Aceh Tengah Tekankan Bersih dari Judi dan Pungli