TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah fakta terungkap dalam peristiwa kebakaran di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (26/8/2026).
Insiden yang menghanguskan beberapa bangunan ini sontak menarik perhatian warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada siang hari.
Berikut lima fakta sementara yang berhasil dirangkum TribunGorontalo.com dari lokasi kejadian:
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa terjadi pada siang hari, tepatnya sekitar pukul 14.30 Wita.
Warga yang panik melihat kepulan asap hitam langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari kobaran api yang mulai membesar.
Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran Kota Gorontalo, Muh Luthfie Latief, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan darurat dari masyarakat.
Pihak damkar langsung menerjunkan regu penyelamat menuju titik lokasi kejadian dengan membawa armada pendukung.
"Informasi masuk di Damkar Kota Gorontalo, itu 1406, langsung kita respon," kata Luthfie saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Petugas langsung membagi posisi penanganan dari berbagai sisi bangunan untuk memutus jalur api agar tidak menjalar ke rumah-rumah warga lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Alhamdulillah penanganan awal berjalan dengan lancar. Kita bisa melakukan backup sehingga penjalaran kebakaran ini tidak menjadi luas," ujarnya.
Dalam penuturannya, Luthfie juga menyebutkan bahwa berdasarkan hasil asesmen awal, tercatat ada beberapa bangunan yang mengalami dampak langsung dari amukan si jago merah.
Dua bangunan utama yang terdampak berat terdiri atas satu unit kios perdagangan dan sejumlah rumah tinggal.
Api diduga pertama kali muncul dari bagian bangunan kios sebelum akhirnya membesar dan merembet dengan cepat ke struktur bangunan di sekitarnya.
"Jadi secara sepintas kita bisa lihat ada tiga bangunan yang terbakar," beber Luthfie menjelaskan situasi awal di tempat kejadian perkara.
Lebih lanjut, Luthfie mengungkapkan bahwa tingkat kerusakan fisik pada bangunan yang dilalap api tergolong sangat parah dan memprihatinkan akibat ganasnya jilatan api.
"Kalau melihat kondisinya, rata-rata 90 persen, bahkan ada yang 100 persen. Ada dua unit yang 100 persen, yang lainnya 90 persen terbakar," ungkap Luthfie merinci kondisi bangunan.
Berdasarkan data sementara dari lokasi, salah satu rumah yang hangus terbakar merupakan milik warga bernama Yusrin Gobel (49), seorang wiraswasta yang tinggal di Kelurahan Biawu.
Rumah tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga dengan total delapan jiwa.
Bangunan lain yang terdampak parah adalah milik Adrian Kadali (54). Kediaman PNS di Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo itu dihuni oleh empat kepala keluarga dengan total sembilan jiwa.
Selain itu, satu bangunan kios juga ikut ludes terbakar dalam peristiwa nahas tersebut.
Meskipun banyak barang yang berhasil diselamatkan, jumlah kerugian material secara keseluruhan akibat musibah kebakaran ini masih belum dapat dipastikan nilainya. Pihak berwenang bersama instansi terkait masih melakukan pendataan komprehensif.
"Kalau kerugian masih sementara proses pendataan, karena kita akan menghitung kembali apa isi bangunan itu, luasan bangunannya, jadi masih dalam proses pendataan kalau masalah kerugian," jelas Luthfie.
Baca juga: 6 Fakta Mahasiswi Unisan Gorontalo Meninggal di Indekos: Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan
Di tengah situasi panik saat api mulai membesar, aksi heroik ditunjukkan oleh warga setempat yang bergotong-royong menyelamatkan barang-barang milik korban sebelum api meluas.
Luthfie mengapresiasi tinggi partisipasi masyarakat sekitar yang sigap membantu mengamankan harta benda korban.
"Alhamdulillah masyarakat begitu aktif sehingga sebelum terjadi kebakaran secara menyeluruh, masyarakat banyak mengamankan barang-barang," tuturnya.
Dalam operasi pemadaman ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Gorontalo mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan sekitar 20 personel terlatih ke lokasi kejadian.
Petugas juga terbantu dengan adanya tambahan armada dari wilayah tetangga untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan.
"Kalau untuk Damkar Kota, kita ada turun sekitar 20 orang kurang lebih. Kemudian dibantu satu unit dari Damkar Provinsi, satu unit Damkar Bone Bolango," ujar Luthfie.
Dengan tambahan armada tersebut, petugas memperluas cakupan penyemprotan air dari berbagai penjuru sudut bangunan agar api benar-benar padam secara total.
Baca juga: Curhatan Marsella Parioh sebelum Meninggal di Indekos Gorontalo, Sempat Niat Berhenti Kuliah
Kendati penanganan berjalan lancar, Luthfie mengakui bahwa petugas sempat menghadapi beberapa kendala teknis, salah satunya adalah tiupan angin yang bertiup cukup kencang dan tidak menentu di lokasi.
"Kondisi angin yang begitu kencang itu menjadi kendala karena memang pada saat ini angin tidak bisa kita prediksi," katanya mengenai tantangan di lapangan yang membuat api sempat sulit dikendalikan.
Selain faktor embusan angin, situasi cuaca panas ekstrem yang menandai musim kemarau saat ini turut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan penanganan.
"Situasi musim kering dan musim panas," lanjut Luthfie.
Pantauan di lapangan menunjukkan mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil polisi berada di lokasi. Polisi, petugas damkar, Satpol PP, dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api yang masih menyala di bagian belakang bangunan.
Meskipun api berhasil dikendalikan dalam beberapa jam, pihak pemadam kebakaran belum dapat memastikan apa penyebab pasti dari kemunculan api tersebut.
Penyelidikan mendalam terkait sumber api kini masih berada dalam proses pihak berwenang.
"Untuk sementara sumber kebakarannya masih dalam proses pihak yang berwenang," tegas Luthfie kepada awak media di lokasi kejadian. Aparat kepolisian saat ini masih mendalami asal-usul munculnya titik api di bagian kios.
Tim pemadam kebakaran terus siaga menyemprotkan air guna memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan di kawasan padat penduduk tersebut.
Hingga sore hari, mobil pemadam, aparat kepolisian, Satpol PP, dan warga masih tampak bersiaga di lokasi kejadian untuk mengamankan area sekitar garis polisi.
Petugas Damkar memastikan pemantauan akan terus dilanjutkan sampai situasi dipastikan benar-benar aman. (*)