BANJARMASINPOST.CO.ID - Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di jalan Trans Kalimantan di wilayah Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak, Kabupaten Baritokuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (26/8/2026) siang.
Berdasar video yang diunggah akun Instagram @wargabanua.official, terlihat sedikitnya tiga pengendara sepeda motor yang jatuh ke aspal jalan raya tersebut.
Beberapa warga di lokasi bergegas menolong. Mendirikan kembali sepeda motor dan membawanya ke tepi jalan.
Tampak seorang wanita yang masih mengenakan helm, berjalan di trotoar lokasi kejadian. Diduga dia satu di antara korban insiden tersebut.
Baca juga: Waspadai Ceceran Oli di Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Sejumlah Pengendara Sepeda Motor Terjatuh
“Astaghfirullah ada yg mmbawa kekanakanakan mudahan selamatan ja,” ucap akun @vinna_ajjah.
Lalu, apa yang jadi penyebabnya?
“Guguran beruntun di ruas jalan Trans Kalimantan wilayah Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala. Hal tsb diduga jalanan licin adalah ceceran minyak/BBM @WargabanuaNews,” begitu narasi pada postingan itu.
“Dsr bujur uln hnyr lewat tadi antara oli atau solar yg bececeran itu, mudahan selamatan aja seberataan amin,” tutur @dewiiirawatii.
Informasi itu langsung direspons aparat terkait. “Terimakasih banyak atas informasinya, kami dari satuan lalu lintas polres batola langsung menuju ke lokasi,” ujar admin akun @satlantaspolresbatola.
Fast response itu pun diapresiasi warga. “@satlantaspolresbatola mntp gercep pak,” ucap @alpyilhamxi.
Baca juga: Truk Fuso Mogok di Jembatan Basit Batola, Ceceran Oli Terlihat di Sekitar Lokasi
Melansir dari Kompas.com, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan, jalan licin bisa muncul dari berbagai faktor, bukan hanya karena hujan.
“Jalan licin pasti berimbas mobil mengalami selip. Kondisi jalan yang licin bisa terjadi karena hujan deras yang menimbulkan genangan air, adanya tumpahan oli atau solar, debu yang berlebih, hingga hilangnya kemampuan traksi ban akibat kecepatan yang terlalu tinggi,” ujar Sony kepada Kompas.com, Senin (29/12/2025).
Selain faktor kondisi jalan, Sony menambahkan bahwa kondisi kendaraan dan gaya mengemudi juga sangat berpengaruh.
Penggunaan ban yang tidak sesuai spesifikasi atau kebiasaan mengemudi secara agresif dapat memperbesar risiko selip saat melintasi jalan licin.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengendara disarankan memastikan pemilihan tapak atau alur ban yang sesuai, serta menjaga tekanan angin ban dalam kondisi ideal.
Traksi ban yang optimal menjadi kunci utama agar kendaraan tetap stabil saat melaju di permukaan jalan yang licin.
“Jalan licin hanya bisa diantisipasi dengan pemilihan alur atau tapak ban yang sesuai, tekanan angin ban yang pas, kecepatan yang terkontrol, serta gaya berkendara yang defensive,” kata Sony.
Dia menekankan pentingnya menerapkan prinsip “slow but sure” saat mengemudi di kondisi jalan licin. Artinya, pengemudi harus memastikan kecepatan kendaraan selalu berada dalam batas kendali. “Kecepatan kendaraan harus benar-benar dalam kontrol pengemudi.
Minimalkan koreksi kemudi, lakukan manuver secara halus, serta pastikan proses stop and go berjalan dengan halus,” ujarnya.
Dengan menerapkan gaya mengemudi yang lebih tenang dan antisipatif, risiko selip di jalan licin dapat ditekan.
Pengendara pun diimbau untuk tidak terburu-buru, menjaga jarak aman, dan selalu fokus agar perjalanan tetap aman meski kondisi jalan kurang ideal.
(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)