TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Tiga anggota keluarga asal Kota Kediri menjadi korban meninggal dunia dalam kebakaran yang terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (24/8/2026) dini hari. Ketiganya yakni Sugihartono, istrinya Rini Astuti, serta putra mereka Rezza Ponti Wicaksono. Setelah proses pemulasaraan di Jakarta, ketiga jenazah dibawa ke Kediri untuk dimakamkan.
Jenazah tiba di rumah duka di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Rabu (26/8/2026) pagi. Kedatangan ketiganya disambut suasana duka oleh keluarga dan kerabat yang telah menunggu. Ketiga jenazah kemudian disemayamkan sebelum diberangkatkan menuju tempat pemakaman.
Peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut terjadi pada Senin dini hari di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Kebakaran itu membuat keluarga kehilangan tiga anggota sekaligus dan menyisakan duka mendalam bagi kerabat di Kediri.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Sugihartono, Rini Astuti dan Rezza Ponti Wicaksono diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Burengan, Kota Kediri. Ketiganya dibawa menggunakan tiga mobil ambulans secara beriringan.
Baca juga: Ratusan Warga Pogalan Trenggalek Cek Kesehatan, Dinkes PPKB : Sudah 50 Persen dari Jumlah Penduduk
Anak tertua korban, Widia Suhermanto, mengatakan keputusan memakamkan ketiganya di Kediri merupakan bentuk pelaksanaan pesan yang pernah disampaikan almarhum ayahnya sebelum kejadian. Sugihartono disebut telah memiliki keinginan agar dirinya kelak dimakamkan di kampung kelahirannya.
"Sebelum kejadian ini ayah saya sempat berpesan, beliau melihat teman-teman seangkatannya sudah banyak berpulang. Ayah berpesan kepada ibu saya, kalau meninggal ingin dimakamkan di Kediri, kampung kelahirannya," kata Widia saat ditemui seusai pemakaman.
Pesan tersebut kemudian disampaikan Rini Astuti kepada salah satu anaknya. Widia mengaku sebelumnya tidak mengetahui mengenai pesan tersebut. Ia baru mengetahui keinginan sang ayah setelah tragedi kebakaran terjadi dan keluarga membahas rencana pemakaman.
"Ibu saya menyampaikan hal ini ke adik saya. Sebelumnya saya tidak tahu sebagai kakak tertua, tapi setelah ada kejadian ini baru adik saya sampaikan," terangnya.
Selain keinginan Sugihartono untuk dimakamkan di Kediri, pasangan suami istri tersebut juga disebut telah memiliki kesepakatan untuk dimakamkan berdekatan. Keinginan itu membuat keluarga memutuskan membawa ketiga jenazah ke Kediri agar dapat dimakamkan bersama keluarga besar.
"Sudah janji berdua bahwa beliau ingin dimakamkan bersama. Jika ayah saya berpulang lebih dulu, ibu saya berpesan ingin dimakamkan di sampingnya," ungkap Widia.
Ketiga jenazah selanjutnya dimakamkan di TPU Burengan, Kota Kediri. Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana haru dan dihadiri keluarga serta kerabat yang memberikan penghormatan terakhir.
Bagi keluarga, pemakaman di Kediri menjadi cara untuk memenuhi pesan terakhir almarhum sekaligus mempertemukan kembali ketiganya dengan keluarga besar di kampung halaman. Kepergian tiga anggota keluarga dalam satu peristiwa tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga.
Keluarga berharap Sugihartono, Rini Astuti dan Rezza Ponti Wicaksono mendapatkan tempat terbaik serta seluruh amal ibadah mereka diterima. Sementara pesan yang pernah disampaikan almarhum sebelum tragedi kini menjadi amanah yang telah ditunaikan keluarga dengan memakamkan mereka di Kediri.
Ketiganya diketahui menjadi korban dalam insiden kebakaran hebat yang melanda sebuah rumah kost pada Senin (24/8/2026) dini hari. Api diduga berasal dari ruang mesin fotokopi yang berada di lokasi yang sama dengan rumah kost tersebut. Kebakaran terjadi saat mayoritas warga sedang beristirahat, sementara sejumlah penghuni kost berupaya menyelamatkan diri, bahkan ada yang terpaksa melompat dari bangunan.
Baca juga: Penanganan Kasus Bullying Pelajar MTs di Wlingi Blitar, Polisi Tunggu Rekomendasi Bapas
Petugas pemadam kebakaran bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Unit pertama berangkat pada pukul 03.22 WIB dan tiba enam menit kemudian, yakni pukul 03.28 WIB. Kebakaran melanda area seluas sekitar 30 meter x 20 meter atau 600 meter persegi. Karena bangunan terdiri dari dua lantai, total luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 1.200 meter persegi. Objek yang terbakar merupakan rumah kost sekaligus tempat usaha fotokopi.
Dalam peristiwa tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia. Keempat korban yakni Rini Astuti, Sugihartono, dan Rezza Ponti Wicaksono yang merupakan satu keluarga sekaligus pemilik kost dan usaha. Serta seorang penghuni kost berjenis kelamin laki-laki yang identitasnya masih belum diketahui.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)