Niat Puasa Kamis Digabung Puasa Ayyamul Bidh Rabiul Awal 1448 Hijriah untuk 27 Agustus 2026
Vanda Rosetiati August 26, 2026 07:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Dua keutamaan didapatkan bagi seorang muslim yang mengamalkan puasa sunnah Kamis dan puasa ayyamul bidh di Bulan Rabiul Awal, bulan ketiga dalam penggalan hijriah.

Berdasarkan kalender hijriah dari Kementerian Agama Republik Indonesia, puasa ayyamul bidh 13, 14 dan 15 Rabiul Awal 1448 Hijriah jatuh pada Rabu hingga Jumat, 26-28 Agustus 2026.  

Menggabungkan dua ibadah sunnah sekaligus dalam satu niat diperbolehkan dalam fiqih Islam. 

Bagi umat muslim yang hendak menunaikannya besok, Kamis 27 Agustus 2026, berikut Tribunsumsel.com hadirkan lafaz niat puasa Kamis digabung puasa Ayyamul Bidh Rabiul Awal lengkap dengan dalil dan keutamaan. 

---

Niat Puasa Kamis Digabung Ayyamul Bidh Rabiul Awal

Menurut kesepakatan para ulama fiqih (seperti mazhab Syafi'i), seseorang yang meniatkan puasa sunnah utama (seperti puasa Kamis) pada hari yang juga bertepatan dengan puasa sunnah lainnya (seperti Ayyamul Bidh), maka ia akan mendapatkan pahala dari kedua puasa tersebut.

Berikut adalah lafaz niat yang dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar (atau sebelum masuk waktu zohor selama belum makan/minum):

  • Lafaz Niat Puasa Sunnah Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil khamiisi sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya:

"Saya niat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."

  • Lafaz Niat Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bîdhi sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya:
"Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."

(Catatan: Cukup meniatkan di dalam hati untuk menjalankan puasa sunnah hari Kamis dan Ayyamul Bidh secara bersamaan karena Allah Ta'ala).

---

Dalil Keutamaan Puasa Sunnah Kamis dan Ayyamul Bidh

1. Dalil Keutamaan Puasa Hari Kamis

Hari Kamis memiliki keutamaan khusus karena pada hari tersebut amalan manusia diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT. Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

"Berbagai amalan dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR. Tirmidzi no. 747, shahih)

2. Dalil Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Setiap Bulan Hijriah)

Puasa Ayyamul Bidh memiliki nilai pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Dari Abu Dharr radiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

"Wahai Abu Dharr, jika engkau berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (HR. Tirmidzi no. 761 dan An-Nasa'i no. 2424)

Allah SWT juga berfirman mengenai balasan kebaikan yang dilipatgandakan sepuluh kali lipat:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya..." (QS. Al-An'am: 160)

Oleh karena itu, berpuasa 3 hari setiap bulan (Ayyamul Bidh) dinilai sama dengan berpuasa 30 hari (sebulan penuh), dan jika dirutinkan setiap bulan sama nilainya dengan berpuasa setahun penuh.

---

Hukum Menggabungkan Dua Niat Puasa Sunnah

Para ulama menjelaskan bahwa menggabungkan dua ibadah sunnah yang sejenis (tathawwu') diperbolehkan. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' serta Syekh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa jika puasa Ayyamul Bidh jatuh pada hari Senin atau Kamis, dan seseorang berniat menunaikannya, maka ia mendapatkan keutamaan kedua puasa tersebut sekaligus.

Maka dari itu, momen Kamis 27 Agustus 2026 merupakan waktu yang sangat berharga untuk meraih dua pahala sunnah sekaligus dalam satu kali pelaksanaan puasa.

====

Demikian ulasan Niat Puasa Kamis Digabung Puasa Ayyamul Bidh Rabiul Awal 1448 Hijriah untuk  27 Agustus 2026.

Baca juga: Hukum Tidak Melunasi Utang Pinjol Ilegal dalam Islam, Penjelasan Ulama

Baca juga: Bagaimana Cara Tobat dan Keluar dari Utang Pinjol Menurut Islam? Penjelasan Buya Yahya

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.