Penguatan RAD Pangan dan Gizi 2026-2030, Pemkab Ponorogo Fokus Ingin Tekan Kasus Stunting 
Januar August 26, 2026 08:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi. 

Langkah ini diarahkan agar program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan berbasis data serta potensi lokal di masing-masing wilayah.

Pantauan TribunJatim.com, Penguatan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi digelar oleh Pemkab Ponorogo di Aula  badan perencanaan pembangunan, riset, dan inovasi daerah (bapperida) Ponorogo, Rabu (26/8/2026).

Nyaris perwakilan seluruh OPD Pemkab Ponorogo hadir di Aula Bapperida Ponorogo, Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim. 

Dalam penguatan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi bekerjasama dengan Universitas Merdeka (Unmer) Malang di Kabupaten Ponorogo.

Sekda Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan, penguatan RAD-PG tersebut menjadi upaya untuk membuat program pangan dan gizi lebih terukur, kolaboratif, dan tepat sasaran, termasuk dalam mendukung penurunan stunting dan kemiskinan.

Baca juga: PAD Pasar Lamongan Tahun 2027 Ditarget Rp300 Juta, Perumda Fokuskan Penarikan Retribusi Pedagang

“Target intinya adalah agar pangan dan gizi ini benar-benar tepat sasaran, sehingga mengurangi stunting, kemiskinan, kedaulatan pangan, potensi lokal bisa diangkat guna mendukung program ini,” ungkap Sekda Ponorogo, Agus Sugiarto, Rabu sore.

Dengan aksi rencana atau penyusunan RAD ini, jelas dia, maka program pangan dan gizi ini bisa terukur, kolaboratif, dan sinergis, dan bisa berbasis pada kinerja.

“Sehingga perencanaan itu ada fokus pada penguatan pangan dan gizi dengan berbasis muatan lokal. Ini yang kita tunjukkan agar ada peningkatan gizi, produktivitas, atau produktivitas pangan ini,”’katanya.

Ugin, sapaan akrab Sekda Ponorogo Agus Sugiarto menyatakan bahwa menggali potensi lokal yang dipunya. Kerja ini akan dipantau sampai sejauh mana efektivitas program yang ada ini.

“Juga penajaman programnya dan sinerginya biar semakin terukur. Kalau OPD itu kan programnya banyak; ada program kemiskinan, program stunting, Nah ini dikolaborasikan biar rencana aksi ini bisa lebih tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan,” tegasnya.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita menyatakan dengan penguatan RAD Pangan dan Gizi, dirinya menginginkan benar-benar semua OPD menerapkan.

“Sehingga untuk ketahanan pangan, untuk kelengkapan semua data-data semua kita bisa miliki, sehingga kita lebih fokus lah ke depannya,” pungkasnya.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.